Pilgub Lampung 2018

Kasus Dugaan Politik Uang, Bawaslu Panggil Warga yang Sudah Meninggal 2 Tahun Lalu

Bawaslu Lampung memanggil warga Totoprojo, Way Bungur, Lampung Timur, Samijo yang telah wafat dua tahun lalu

Penulis: Beni Yulianto | Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung, Beni Yulianto

 

TRFIBUNLAMPUNG.CO.ID - Beredarnya informasi Bawaslu memanggil saksi yang sudah meninggal dunia terkait kasus dugaan politik uang di Lampung Timur, Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriah memberikan klarifikasi. Menurutnya Bawaslu memanggil saksi sesuai dengan laporan pelapor.

“Kami tidak tahu (sudah almarhum), kami kan mengundang saksi yang disebutkan pelapor,” ujarnya melalui pesan whatsapp, Senin 2 Juli 2018.

Baca: Hasil Akhir Brasil vs Meksiko 2-0, Neymar dkk Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2018

Baca: Polisi Buru Aktor yang Diduga Oplos 10 Ribu Liter BBM

surat panggilan Bawaslu
surat panggilan Bawaslu ()

Bawaslu Lampung memanggil warga Totoprojo, Way Bungur, Lampung Timur, Samijo yang telah wafat dua tahun lalu untuk memberikan keterangan terkait pembagian uang yang dilakukan oleh Siti Puriha.

Dalam panggilan tersebut Bawaslu Lampung meminta yang bersangkutan hadir pada Senin, 2 Juli 2018. Adapun keterangan waktu tidak disebutkan dalam panggilan klarifikasi tersebut.

Hal ini disampaikan oleh pihak keluarga Almarhum H. Samijo, Supriyanto, selaku keponakannya Senin, 2 Juli 2018.

"Iya saya menerima surat dari Bawaslu Lampung yang ditujukan kepada Bapak H. Samijo. Kami pihak keluarga tidak terima, orang yang sudah meninggal dibawa-bawa," ungkapnya.

Masih kata dia, surat tersebut bernomor 184/K.I.A/PM.06.01/VII/2018. "Kita tidak ada yang kesana (Bawaslu Lampung). Saya sangat keberatan dalam pemanggilan tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, tiga kelompok massa pendukung calon gubernur Lampung mendatangi kantor Bawaslu Lampung di Jalan Pulau Morotai, Bandar Lampung pada Kamis, 28 Juni 2018.

Massa tersebut merupakan pendukung paslon M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, Herman HN-Sutono, dan Mustafa-Ahmad Jajuli.

Mereka menuntut dugaan praktik politik uang (money politic) dalam Pilgub Lampung 2018 diusut tuntas.

Massa menggelar longmars sekitar 50 meter dari arah Hotel Asoka menuju kantor Bawaslu Lampung.

“Batalkan Arinal-Nunik karena sudah melakukan banyak pelanggaran dan bagi-bagi uang secara TSM (terstruktur, sistematis, dan masif). Bawaslu tegas usut politik uang di pilgub,” kata Rakhmad Husein, pendukung pasangan Herman HN-Sutono, yang juga menjadi orator dalam unjuk rasa ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved