Edaran Kemendagri: Caleg Pindah Partai Harus PAW

“Kami telah mengirimkan surat bernomor 160/6324/OTDA ke semua daerah, setiap anggota DPRD yang nyaleg pindah partai, diberhentikan antar waktu,”

Edaran Kemendagri: Caleg Pindah Partai Harus PAW
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Ilustrasi - KPU Lamsel sedang memverifikasi berkas bacaleg. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan edaran yang ditujukan kepada para gubernur, pimpinan DPRD provinsi, bupati, wali kota dan pimpinan DPRD kabupaten/kota.

Edaran tersebut terkait dengan anggota DPRD baik di provinsi, kabupaten/kota yang maju sebagai calon legislatif bukan lewat partainya yang lama alias pindah partai.

Baca: Kabupaten Way Kanan Akan Kembangkan Kopi Robusta Putri Malu

“Kami telah mengirimkan surat bernomor 160/6324/OTDA ke semua daerah, setiap anggota DPRD yang nyaleg pindah partai, diberhentikan antar waktu,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar, Minggu 5 Agustus 2018.

Surat tersebut, menurut Bahtiar, tentang pemberhentian anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota yang mencalonkan diri dari partai politik yang berbeda dengan partai politik yang diwakili pada pemilu terakhir untuk mengikuti pemilu 2019.

Baca: Lihat Imam Tetap Melanjutkan Sholat Meski Ada Gempa, Ustaz Yusuf Mansur Menangis

Sesuai ketentuan Pasal 139 ayat (2) huruf i dan Pasal 193 ayat (2) huruf i UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan, anggota DPRD yang nyaleg bukan dari partai terakhirnya tapi menjadi caleg untuk periode 2019–2024 lewat  partai lain, diberhentikan antar waktu. 

“Atau dalam kata lain, mereka yang maju bukan lewat partai disaat yang bersangkutan menjadi anggota DPRD periode  2014 sampai dengan 2019, diberhentikan antar waktu. Ketentuan serupa juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota. Dalam Pasal 99 ayat (3) huruf i PP Nomor 12 tahun 2018," kata Bahtiar.

Di Lampung, ada beberapa anggota DPRD periode 2014 – 2019 yang maju kembali melalui partai berbeda. 

Di DPRD Lampung misalnya. Ada nama Yozi Rizal yang sebelumnya memakai bendera Partai Hanura, kembali nyaleg dari Partai Demokrat. Kemudian ada Khaidir Bujung yang merupakan anggota DPRD Lampung dari PKB yang pindah menjadi politisi Partai Demokat. Lalu ada Midi Iswanto, yang pindah dari PKB ke Partai Demokrat.

Kemudian, di DPRD Kota Bandar Lampung. Tercatat ada dua anggota DPRD periode 2014-2019 yang kembali maju dari partai berbeda. Yaitu, Albert Alam yang berasal dari PPP pindah menjadi caleg PAN. Lalu, ada Erwansyah yang merupakan politisi Partai Hanura pindah ke Partai NasDem.

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved