Kabupaten Way Kanan Akan Kembangkan Kopi Robusta Putri Malu

Kabupaten Way Kanan saat ini akan mengembangkan kopi robusta. Kopi tersebut akan diolah menjadi bubuk kopi yang siap di minum oleh masyarakat.

Kabupaten Way Kanan Akan Kembangkan Kopi Robusta Putri Malu
Istimewa
Biji Kopi Robusta 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BLAMBANGAN UMPU - Kabupaten Way Kanan saat ini akan mengembangkan kopi robusta. Kopi tersebut akan diolah menjadi bubuk kopi yang siap di minum oleh masyarakat.

“Kami akan kembangkan kopi robusta putri malu,” kata Raden Adipati Surya, Bupati Waykanan, saat bersilaturahmi dengan jajaran manajemen TRIBUNLAMPUNG di kantor Bupati Waykanan, Kamis (2/8/2018).

Baca: Dua Pemuda Diamankan Diduga Hendak Antar Sabu ke Pelanggan

Ia mengatakan saat ini, proses pengembangan sampai tahap penanaman kopi di lahan seluas 30 hektar. Petani ini, tersebar di kecamatan Rebangtangkas, Banjit dan Kasui. Ketiga lokasi ini, terus Adipati merupakan daerah penghasil kopi di kabupaten Waykanan.

Baca: Update Gempa Lombok 7 SR, Korban Tewas 91 Orang, Luka Luka 209, Masa Darurat Hingga 11 Agustus

Kopi Robusta Putri Malu, agar masyarakat di luar kabupaten Waykanan bertanya-tanya. Putri malu sendiri, merupakan tempat wisata air terjun, di kampung Juku batu, kecamatan Banjit kabupaten Waykanan. “Jadi satu sisi ingin mengangkat perkebunan kopinya. Satu sisi ingin mengenalkan tempat wisata,” katanya.

Untuk menghidupkan rencana tersebut, saat ini langkah yang diambil Pemkab Waykanan menggerakkan lagi BUMD yang ada di kabupaten setempat, untuk mengolah kopi robusta itu. “Dua pekan kemarin Saya baru gelar rapat, gimana menghidupkan BUMD yang sudah mati suri untuk menjalankan program pengembangan kopi robusta Putri Malu,” jelasnya.

Program ini, ditempuh oleh Bupati setelah dua tahun kepemimpinannya di kabupaten Lampung Utara. Sebelumnya, dirinya sudah lebih dahulu memperbaiki infrastruktur. Ia mengatakan hingga kini, sudah sekitar 500 an kilometer jalan poros yang ada di Kabupaten Waykanan sudah diperbaiki. “Total panjang jalan poros di Waykanan sekitar 666 kilometer,” katanya.

Pembangunan di kabupaten Waykanan dilakukan secara bertahap, sebab jumlah APBD kabupaten Waykanan tahun 2018 pendapatan daerah semula Rp1.254.919.659.717, bertambah Rp144.974.561.877, sehingga menjadi Rp 1.399.894.221.594.

Sedangkan belanja daerah semula Rp1.344.106.023.353, bertambah menjadi Rp159.788.198.241, sehingga menjadi Rp1.503.894.221.594. “Pendapatan Asli Daerah terus saya upayakan bertambah setiap tahunnya dengan menggali potensi daerah,” jelasnya.

Sesuai dengan visi dan misi kabupaten Waykanan, Maju dan berdaya saing, maka pihaknya terus menggenjot pendapatan asli daerah. Dirinya tidak menginginkan hanya maju saja, tetapi dapat berdaya saing dengan kabupaten lainnya di Provinsi Lampung.

“Semisal, untuk menaikkan pajak bumi bangunan, bukan besar pajaknya yang dinaikkan. Saya minta cari potensi pendapatan lainnya,” ujar Dia.

Kemudian yang menjadi perhatian pihaknya, masih banyaknya warga di kabupaten Waykanan yang memiliki jamban tidak sehat, dengan jumlah sekitar 39 ribu KK. Untuk menuntaskannya, Pemkab Waykanan membuat program Jambanisasi. Program ini juga terintegrasi dengan instansi lain, organisasi lain. Sebab, jambanisasi salah satu indikator kesehatan suatu daerah.

“IPM di Waykanan baru 0,9, jadi masih kecil. Inilah tantangan Saya untuk menuntaskannya,” jelasnya

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help