Empat Madrasah Tunda Imunisasi Rubella, Diskes Lampung Persilakan
Empat sekolah madrasah di Bandar Lampung menunda pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR).
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Yoso Muliawan
Dinas Kesehatan Lampung telah menerima Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/Menkes/444/2018 tentang Kampanye Imunisasi Measles Rubella Fase 2.
Merujuk SE Menkes, Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Diskes Lampung Asih Hendrastuti mengungkapkan, imunisasi MR intinya tetap berjalan. Meskipun demikian, pelaksanaan imunisasi itu bukan paksaan.
"Bagi saudara-saudara kita yang tidak ada permasalahan terkait syar'i, maka kami tetap memberi pelayanan (imunisasi MR). Ini kan program nasional. Jadi, buat warga yang beragama lain (selain Islam), tidak masalah," katanya.
Sementara bagi sekolah atau warga khususnya umat Islam yang masih mempertimbangkan aspek kehalalan vaksin MR, pihaknya mempersilakan menunda imunisasi tersebut.
"Ya (silakan menunda), sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan imunisasi MR," ujar Asih.
Orangtua Masih Ragu
Beberaoa orangtua murid sekolah madrasah merasa ragu mengikutsertakan anaknya dalam program imunisasi MR. Mereka baru akan setuju apabila sudah ada kejelasan soal kehalalan vaksin tersebut.
"Masih ragu-ragu untuk anak-anak, karena kami enggak tahunya di situ (soal kehalalan vaksin MR). Kami juga sudah terima surat pemberitahuan penundaan (dari pihak madrasah), dan kami mendukung," ucap Amin, wali murid MI Yayasan Ponpes Al Hikmah, Senin (6/8/2018).
Amin memastikan akan mengikutsertakan anaknya dalam program imunisasi MR setelah ada kejelasan soal kehalalan dari MUI.
"Kalau memang sudah ada kejelasan terkait kehalalan vaksin untuk imunisasi rubella, baru kami setuju," kata warga Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, ini.
Wali murid lainnya, Herlan, bahkan merasa takut dengan pelaksanaan imunisasi MR secara massal tersebut.
"Harus jelas dan aman. Kalau ke dokter, kan jelas jarum suntiknya. Satu untuk anak. Kalau kenapa-kenapa, apa sekolah bisa bertanggungjawab," ujarnya.
Menurut Herlan, sebelum mengikuti program imunisasi MR, kehalalan vaksinnya perlu dipastikan dahulu, khususnya bagi umat muslim.
"Ya harus ada kejelasan dulu. Kalau sertifikasi halalnya belum ada, ya diperjelas dulu," katanya.
Diskes telah menargetkan 256.965 anak di Bandar Lampung mendapatkan imunisasi MR. Dari usia 9 bulan sampai 15 tahun.
Kampanye imunisasi MR di Bandar Lampung berlangsung mulai Agustus hingga September mendatang. Sejauh ini, sudah 20 persen anak mendapatkan imunisasi MR.