Lelah Melintasi Tanjakan Sedayu, Nikmati Kopi dan Teh Gratis di Masjid Imaduddin
Satu yang paling khas, masjid yang dibangun tahun 2008 ini juga menyediakan teh dan kopi gratis.
Penulis: Beni Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribun Lampung Beni Yulianto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEMAKA – Pengendara yang kerap melintas di Jalan Lintas Barat Tanggamus menuju Pesisir Barat tentu sudah tidak asing lagi dengan keberadaan Masjid Imaduddin.
Masjid yang berlokasi di Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka ini berjarak sekitar 500 meter setelah tanjakan Sedayu.
Dari arah Pesisir Barat, masjid ini merupakan lokasi rehat favorit. Masjid ini memiliki kekhasan sendiri.
Suasana bersih, nyaman, aman, dan sejuk dengan lokasi strategis di pinggir jalan, dilengkapi parkiran luas membuat keberadaan masjid ini gampang diingat.
Satu yang paling khas, masjid yang dibangun tahun 2008 ini juga menyediakan teh dan kopi gratis.
Rasa lelah setelah sekitar satu jam memasuki hutan perbatasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) antara Tanggamus dan Pesisir Barat terobati dengan segarnya air pegunungan yang mengalir sepanjang hari di masjid ini.
Baca: Avanza Terguling di Sedayu, Nur Tewas di Tempat
Ada kolam kecil di samping masjid, yang searah dengan keran-keran air untuk berwudu.
Sumber air berasal dari pegunungan di hutan kawasan, sehingga air melimpah di masjid ini.
Ada juga kolam kecil yang biasanya dimanfaatkan anak-anak untuk mandi.
Di bagian belakang, ada kamar mandi yang cukup bersih.
Di sini tidak ada penjaga toilet dengan kotak “ajaibnya” atau petugas parkir yang meminta “sedekah” kepada pengendara, yang jika tidak diberi memasang muka masam.
Tidak ada pungutan apa pun di masjid ini.
Karena itu, pengendara yang kerap melintas betul-betul merasa dimanjakan.
Apalagi warga setempat yang ramah mempersilakan pengendara untuk menyeduh kopi atau teh tanpa harus membayar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/masjid-imaduddin_20180817_211953.jpg)