Lelah Melintasi Tanjakan Sedayu, Nikmati Kopi dan Teh Gratis di Masjid Imaduddin

Satu yang paling khas, masjid yang dibangun tahun 2008 ini juga menyediakan teh dan kopi gratis.

Tayang:
Penulis: Beni Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribun Lampung/Beni Yulianto
Masjid Imaduddin 

Di samping pintu masjid, termos air panas, gelas, sendok, gula, dan kopi selalu tersedia. Ada ember tempat gelas kotor di bawah meja.

“Silakan buat kopi atau teh. Gelas kotornya taruh saja di bawah. Nanti ada yang mencucinya,” kata Syarifudin, warga setempat, selepas salat Isya berjamaah, kepada kru Tribunlampung.co.id, Kamis, 16 Agustus 2018 malam.

Baca: Pemkab Bantu Korban Kebakaran di Semaka

Menurut Syarifudin, ada petugas khusus yang menyiapkan kopi dan teh di masjid ini.

Biaya pengadaan gula dan kopi berasal dari donatur khusus dan kas masjid.

“Ini semua sumbangan berbagai pihak. Dari hamba Allah,” ujarnya seraya menyalakan senter, bersiap untuk pulang ke rumah.

Semula, di kompleks masjid seluas 500 meter persegi ini tidak ada pedagang.

Namun, dengan banyaknya pengendara yang melintas, di samping kanan masjid kini berderet pedagang yang berjualan makanan ringan.

Meski demikian, kebersihan lingkungan masjid ini tetap terlihat.

Beberapa tempat sampah besar membuat pengendara menjadi malu untuk buang sampah sembarangan.

--> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved