VIDEO: Kemenkumham Lampung Canangkan Zero Narkoba dan HP

Karena kapasitas lapas dan rutan di Lampung hanya dihuni 3.970 orang. Sementara saat ini isinya 8.555 narapidana dan tahanan.

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Penyerahan remisi umum di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumat, 17 Agustus 2018, diwarnai dengan permintaan maaf Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung Bambang Haryono.

Di depan para tamu undangan dan warga binaan, Bambang mengucapkan permohonan maaf karena belum maksimal menjalankan tugas.

"Oleh sebab itu, masih beberapa kali membaca pemberitaan media, baik cetak maupun elektronik, bahwa di lapas dan rutan disinyalir masih ada penyelundupan dan penyalahgunaan narkoba dengan melibatkan oknum pegawai," sebut Bambang di hadapan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.

Menurut Bambang, hal itu lantaran keterbatasan petugasnya. Walau demikian, ia akan terus berupaya memberantas peredaran dan penyalagunaan narkoba. "Maka tidak ada toleransi bagi pegawai atau petugas yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Kami galakkan zero narkoba dan HP," serunya.

Baca: VIDEO: 12 Napi Lapas Kalianda Langsung Bebas

Baca: Hukuman Andi Achmad Dikurangi 4 Bulan, Inilah Daftar Pejabat Koruptor Lampung yang Dapat Remisi

Bambang menyampaikan, jumlah narapidana dan tahanan di Lampung per 16 Agustus 2018 mencapai 8.555 orang, meliputi 6.043 narapidana dan 2.512 tahanan.

"Kondisi ini mengakibatkan overkapasitas kurang lebih 215 persen. Karena kapasitas lapas dan rutan di Lampung hanya dihuni 3.970 orang. Sementara saat ini isinya 8.555 narapidana dan tahanan," sebutnya.

Oleh sebab itu, Bambang mengaku kekerungan tenaga dan menjadikan hal itu faktor seringnya lapas atau rutan ada peredaran dan penyalagunaan narkoba.

"Tapi kami lakukan upaya agar overkapasitas ini teratasi, yakni dengan melakukan pembangunan gedung baru dalam lapas maupun rutan, melakukan pemindahan narapidana antar-UPT dalam Provinsi Lampung, memberikan proses pembinaan narapidana di luar lapas melalui program pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat," beber Bambang.

Untuk itu, lanjutnya, melalui Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor PAS-419.PK.01.01.02 Tahun 2018 lapas dan Rutan se-Provinsi Lampung adalah 3.469 orang.

"Ini artinya 55 persen dari wbp mendapat remisi. Dengan rincian, remisi umum I (RU I) sebanyak 3.326 orang. RU I ini diberikan remisi, namun masih menjalankan masa hukumannya, dengan kata lain pengurangan hukuman,” sebut Bambang.

Lalu remisi umum II (RU II) sebanyak 143 orang. Artinya, hari ini napi tersebut akan langsung dibebaskan. Bambang menambahkan, wbp di Provinsi Lampung tidak hanya berdiam diri, tidur, dan makan.

”Tapi, tugas kami memberikan pembinaan kepada mereka. Sehingga bisa kembali ke masyarakat dengan menghidupi diri sendiri. Syukur-syukur mengisi pembangunanan," tandasnya.

Penyerahan remisi ini dihadiri Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan Wakil Gubernur Bactiar Basri. Remisi diserahkan Ridho secara simbolis kepada dua warga binaan. (*) 

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved