Sempat Cedera, Siswi Lampung Selatan Sabet Emas Kejurnas Taekwondo

Pada Februari lalu, ia juga meraih juara pertama kejuaraan taekwondo tingkat nasional di Riau.

Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Sriyani dan Theo 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Sriyani, siswi SMA Negeri 2 Kalianda, Lampung Selatan, mengukir prestasi nasional. Ia berhasil menyabet medali emas pada kejuaraan nasional taekwondo yang digelar di Bangka Belitung, 4-5 Agustus lalu.

Ia menjadi kampiun pada kelas kyorugi -49 kg. Pemegang sabuk hitam ini mengalahkan taekwondoin asal Jambi di final.

Ini bukan prestasi pertama gadis yang kini duduk di kelas tiga SMA itu di level nasional. Pada Februari lalu, ia juga meraih juara pertama kejuaraan taekwondo tingkat nasional di Riau. Semua kejuaraan ini diikuti atlet-atlet profesional dari berbagai provinsi di Indonesia.

Tak mudah bagi Sriyani meraih semua prestasi itu. Ia mengaku, telah berlatih taekwondo sejak masih kelas tiga SMP. Ia pun harus berlatih secara rutin hingga kini meraih sabuk hitam.

"Pertama mengikuti kejurnas tahun 2015. Saat itu, belum bisa meraih prestasi apa pun. Namun saya terus berlatih, kemudian mencoba lagi ikut kejuaraan-kejuaraan baik skala daerah maupun nasional. Sampai akhirnya meraih kemenangan," cerita dia saat ditemui saat jam istirahat sekolah di SMA Negeri 2 Kalianda, Senin (20/8).

Baca: Dua Taekwondoin Remaja Palas Mengukir Prestasi

Saat Sriyani mengikuti perlombaan juga tak selalu berjalan mulus. Ia sering mengalami cedera kaki, terkilir, wajah lebam hingga bibir pecah. Namun hal itu tidak menyurutkan tekadnya.

Sriyani bahkan ingin mengukir prestasi seperti Defia Rosmaniar, yang berhasil mempersembahkan emas bagi Indonesia untuk cabang taekwondo di ajang Asian Games 2018, Minggu (19/8).

"Waktu mendapatkan cedera, ibu memang sempat khawatir dan bilang untuk berhenti ikut kejuaraan. Tapi melihat saya bisa kembali berprestasi, ibu pada akhirnya terus mendukung," terang Sriyani.

Meski sering mengikuti berbagai kejuaraan taekwondo, Sri juga tak pernah lupa dengan pendidikannya di sekolah. Ia tetap masuk 10 besar di kelas IPA I di sekolahnya. Inilah yang membuat sang ibu tetap memberikan dukungan. Sementara sang ayah karena bekerja di Riau, memberikan dukungan dari jauh.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kalianda Emidarti mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan Sriyani mengikuti berbagai kejuaraan taekwondo.

"Kita sangat bangga dan memberikan dukungan penuh. Karena siswa kita mampu mengukir prestasi pada tingkat nasional," kata dia.

Baca: Sosok Penyumbang Emas Pertama Indonesia Asian Games 2018, Atlet Taekwondo Defia Rosmaniar

Menurut Emi, pada cabang olahraga taekwondo ini ada beberapa siswa yang juga memiliki prestasi membanggakan, yakni Johansyah dan Theo Sandi. Johansyah, yang kini duduk kelas tiga, pernah meraih juara I pada kejuaraan taekwondo di Riau pada Februari lalu.

Sedangkan Theo Sandi, yang kini duduk di kelas dua, mendapatkan medali perunggu pada kejuaraan taekwondo di Bangka Belitung. Meski begitu, Emi tetap menekankan agar para siswa tetap mengutamakan pelajaran di sekolah.

"Saya selalu berpesan, meski mengikuti berbagai lomba tetapi jangan sampai melupakan pelajaran. Dan ini dibuktikan oleh para siswa. Sriyani dan Theo tetap bisa masuk 10 besar," ujarnya.

Sandi sebagai pelatih taekwondo di Kalianda mengaku, potensi bibit atlet di wilayah Lampung Selatan sangat banyak. Menurutnya, anak-anak sangat antusias untuk ikut latihan taekwondo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved