Gunung Anak Krakatau Keluarkan 1 Kali Letusan dan Semburkan Debu Setinggi 700 Meter
Gunung Anak Krakatau Keluarkan 1 Kali Letusan dan Semburkan Debu Setinggi 700 Meter
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: taryono
Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di Selat Sunda masih menunjukkan fluktuasi.
Pada kamis (23/8) kemarin hingga pukul 24.00 wib terpantau terjadi 1 kali letusan yang melontarkan asap hitam hingga ketinggian 700 meter.
Kepala Pos Pantau GAK di desa Hargo Pancuran kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, Andi Suardi mengatakan pengamatan visual terlihat jelas.
Baca: Jamaah Haji Asal Lampung Dijadwalkan Tiba di Tanah Air pada Awal September 2018
Dimana teramati asap kawah berwarna putih dengan intensitas ketinggi 50 mm di atas puncak.
“Pada malam hari dari CCTV teramati adanya sinar api. Terdengar suara dentuman dan getaran lemah hingga keras terasa di pos PGA,” kata dia, Jumat (24/8).
Untuk gempat letusan, lanjut Andi, teramati sebanyak 61 kali dengan amplitudo 17-44 mm dan durasi 15-61 detik.
Lalu gempa hembusan sebanyak 24 kali dengan amplitudo 4-24 mm dan durasi 10-50 detik.
Baca: Belum Move On dari Angka 4 di Pilgub, PKS Kurbankan 4 Sapi di Idul Adha 2018
“Gempat vulkanik dangkal teramati sebanyak 18 kali dengan amplitudo 3-16 mm dan durasi 3-10 detik. Lalu gempa tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 1-5 mm, dominan 1 mm,” terang Andi.
Sejauh ini status GAK berada pada level II Waspada. Dimana para pengunjung dan juga nelayan dilarang mendekati kawasan gunung dalam radius 2 kilometer.(dedi/tribunlampung)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/gunung-anak-krakatau-gak_20180824_174802.jpg)