Suami Jual Rumah dan Kabur, Istri Rantai Anak yang Sering Mengamuk
Pada masing-masing kedua kaki HK yang dirantai, sebuah gembok terpasang.
Sehari-hari, HK hanya mengenakan sarung untuk menutup tubuhnya.
Ibu HK mengaku, ia memilih merantai kedua kaki anaknya karena khawatir sewaktu-waktu anaknya mengamuk.
"Kalau sudah mengamuk saya tidak sanggup lagi mengatasi," ungkapnya.
Menurut sang ibu, anaknya pernah dirawat selama beberapa pekan di Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang.
Setelah itu, ia dibawa pulang,
Ternyata, gangguan jiwa anaknya kembali kambuh.
Anaknya suka mengamuk dan berteriak-teriak.
Gangguan jiwa yang diderita HK, disebut ibunya, muncul setelah suaminya menjual rumah mereka.
Ketika mengetahui hal tersebut, HK mengamuk dan sempat merusak perabot rumah.
Sedangkan, ayah HK telah pergi meninggalkan rumah tanpa pamit.
"Dulu sebenarnya tidak sampai parah. Namun setelah lulus SMP dan tahu rumahnya dijual ayahnya, membuat dia sering stres. Daripada mengganggu tetangga dan mengamuk, kakinya kami rantai," ungkapnya.
Menurut ibunya, HK tidak rutin mengonsumsi obat untuk mengobati penyakitnya.
Hal itu lantaran ia tidak secara rutin menerima obat dari petugas medis.
Ibunya pun berharap anaknya bisa dirawat lagi di Rumah Sakit Jiwa Lawang.
"Mudah-mudahan, ada yang membantu membawa ke rumah sakit lagi. Saya ingin anak saya sembuh," ungkapnya. (suryamalang.com)
---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video