Korban Kecelakaan Ditolak Rumah Sakit, Orangtua Pasien Mengaku Dibentak Dokter
Peristiwa seorang korban kecelakaan ditolak untuk menjalani operasi di rumah sakit (RS), sempat menghebohkan media sosial (medsos).
Penulis: hanif mustafa | Editor: Ridwan Hardiansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Peristiwa seorang korban kecelakaan ditolak untuk menjalani operasi di rumah sakit (RS), sempat menghebohkan media sosial (medsos).
Kejadian tersebut kemudian diketahui berlangsung di Rumah Sakit Bumi Waras (RSBW), Bandar Lampung.
Tak hanya ditolak, orangtua pasien mengaku dibentak dokter yang menangani anak mereka yang mengalami kecelakaan.
Korban kecelakaan yang hendak dioperasi tersebut bernama Nur Fajri Vanza Javier.
Ayah Nur, Ikhwan Wahyudi (37) mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula saat anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Pahoman, Bandar Lampung.
Baca: Pakai BPJS, Orangtua Pasien Mengaku Dibentak Dokter Rumah Sakit, RSBW Beri Klarifikasi
"Kemudian, saya bawa ke RS Bumi Waras. Anak saya sudah masuk ruang perawatan, di Ruang Nuri," ungkap Ikhwan, saat ditemui di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), Minggu (9/9/2018).
Ikhwan menuturkan, anaknya harus segera dioperasi lantaran mengalami patah rahang.
"Saya lalu ketemu dokter spesialis yang langsung ngomong bahwa biaya operasi sekian, ya sekitar Rp 25 juta, dan harus bayar dulu DP (uang muka) 50 persen," ungkap Ikhwan.
Setelah mendengar penjelasan dokter, Ikhwan hanya mengiyakan.
Ia berpikir bahwa dirinya sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Sehingga, biaya tersebut akan ditanggung BPJS Kesehatan.
"Saya iyakan karena saya ada BPJS. Tapi dibalas sama dokternya, kalau di RSBW tidak ada BPJS," katanya.
Saat percakapan dengan dokter spesialis bedah tulang, yang kemudian diketahui berinisial BS, berlangsung, Ikhwan menuturkan, ada seorang perawat yang mendampingi.
Perawat itu lalu menyampaikan bahwa anak Ikhwan mendapat santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp 20 juta.
Baca: Disebut Tolak Pasien Korban Lakalantas, RS Bumi Waras Berikan Penjelasan
"Tapi, dokter langsung nge-cut (memotong pembicaraan). Dia bilang bahwa itu nggak cukup. Sambil ngomongnya nge-gas (kencang), saya disuruh pergi," ucap Ikhwan.
Setelah bertemu dokter, lanjut Ikhwan, ia menemui istrinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/orangtua-pasien-dibentak-dokter_20180909_215750.jpg)