Kronologi Polisi Ungkap SKCK Palsu Manfaatkan Momen Penerimaan CPNS 2018
Manfaatkan momen penerimaan CPNS 2018, polisi ungkap praktik pembuatan SKCK palsu. Bagaimana kronologinya?
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ada-ada saja pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan momen penerimaan CPNS 2018.
Aparat kepolisian berhasil membongkar sindikat pemalsuan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) di wilayah Tulangbawang Barat.
SKCK yang dipalsukan beragam, mulai Polres Tulangbawang hingga Polresta Bandar Lampung, dengan harga Rp 25 ribu per lembar.
Kapolres Tulangbawang, AKBP Raswanto Hadiwibowo, memastikan kasus pemalsuan SKCK di Kecamatan Tumijajar, Tubabar, berkaitan dengan momen penerimaan CPNS.
Komplotan tersebut memanfaatkan momentum rekrutmen CPNS untuk meraup keuntungan pribadi dengan membuat SKCK palsu.
Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Baru Dimulai Besok, Inilah 4 Cara Mengunggah Berkas Persyaratannya!
"Ini (pemalsuan SKCK) memang ada kaitan dengan CPNS. Biasanya kan menjelang CPNS permohohan pembuatan SKCK meningkat. Nah, celah ini yang dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk mendapat keuntungan pribadi," kata Raswanto kepada Tribun, Senin (17/9) sore.
Raswanto mengingatkan masyarakat supaya jangan mudah tergiur oknum-oknum yang menjanjikan kemudahan dalam proses pembuatan SKCK.
Ia menegaskan, SKCK yang asli hanya dibuat dan diterbitkan di tingkat polres.
"SKCK yang asli itu ada hologramnya, dan dikeluarkan oleh polres. Dalam proses pembuatannya juga ada pengambilan sidik jari pemohon," ujarnya.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto, memastikan tidak akan ada hambatan bagi calon pelamar CPNS untuk mengurus SKCK.
Ia menjamin proses pembuatan SKCK akan berlangsung cepat, asalkan persyaratannya lengkap.
"Nanti pembuat SKCK mengajukan syarat sesuai ketentuan, sudah cepat pelayanannya. Kalau biaya (SKCK) memang ada ketentuannya. Polda mengakomodir keinginan dari CPNS," kata Kapolda.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Sulistyaningsih, mengimbau para pemohon SKCK untuk datang langsung ke kantor polisi.
"Kita sudah antisipasi, tapi kadang masyarakat ini mau instan. Inilah yang dimanfaatkan oknum untuk cari keuntungan.
Baca: VIDEO - Jelang Pendaftaran CPNS 2018, 100 Orang Urus SKCK per Hari
Sebaiknya masyarakat yang mau buat SKCK datang sendiri, jangan diwakilkan, jangan lewat calo," kata Sulistyaningsih, kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kapolres-tuba-akbp-raswanto-hadiwibowo_20180106_155635.jpg)