Tribun Bandar Lampung

Akademisi: Rusun Salah Satu Solusi Atasi Persoalan Rumah Tidak Layak Huni

"Persoalan masih banyaknya rumah tidak layak huni di Bandar Lampung bisa diatasi salah satunya dengan cara membangun rumah susun (rusun"

Akademisi: Rusun Salah Satu Solusi Atasi Persoalan Rumah Tidak Layak Huni
TRIBUN LAMPUNG/Perdiansyah
Ilustrasi - Kondisi rusunawa di Keteguhan, Telukbetung Barat, Selasa (17/4/2018). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Solichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Kategori rumah layak huni minimal memenuhi syarat kesehatan . Yakni lantai rumah tersebut sudah tidak tanah dan minimal sudah diplur (aci dengan semen).

Kemudian, minimal sudah tidak geribik, minimal sepanjang 1 meter sudah permanen meskipun atasnya sedikit ada geribik sementara tidak masalah. Lalu, ada jendela dan ventilasi sehingga sinar matahari bisa masuk.

Baca: Merasa Dirugikan Akibat Pemberitaan di Media Massa, Masayu Angkat Bicara

"Persoalan masih banyaknya rumah tidak layak huni di Bandar Lampung bisa diatasi salah satunya dengan cara membangun rumah susun (rusun) untuk disewakan dengan harga murah," terang Sasana Putra, Dosen Teknik Sipil Universitas Lampung (Unila), Minggu, 30 September 2018.

Baca: Dumptruck Bermuatan Berat Diimbau Tidak Lintasi Jalan Desa

Karena sebetulnya mereka yang tinggal di tempat yang dibilang tidak layak tersebut biasanya kegiatan ekonominya sifatnya yang informal.

"Sehingga jika mereka memikirkan untuk papan yang layak sementara belum sampai ke sana. Akan tetapi diyakini ada keinginan untuk itu (papan yang layak). Namun saat ini paling cukup untuk bertahan hidup," terangnya.

Maka dari itu, pemerintah seharusnya memiliki program yang jelas untuk pengentasan kemiskinan. Salah satunya melalui rusun tersebut karena di samping murah dan dari aspek penataan kota lebih mengena.

"Jadinya kan dengan adanya rumah-rumah yang tidak layak nanti seolah-olah menjadi kawasan kumuh, sedangkan dengan pembangunan rusun berarti minimal kawasan-kawasan kumuh tadi bisa dikurangi. Kemudian, dari aspek kesehatan masyarakat semakin meningkat dikarenakan rumah sudah sehat tidak model lantainya tanah, geribik, atau papan," paparnya.

Biasanya yang tinggal di rumah kawasan kumuh buang air di seputaran bantaran sungai, maka dengan hadirnya rusun minimal ada kamar mandinya dan WC-nya. Itulah yang disebut social engineering.

"Merubah perilaku masyarakat itu pelang-pelan tapi pasti. Kalau masyarakat nanti sudah merasakan hidup sehat ada manfaaatnya tentu mereka ada keinginan untuk lebih berkembang. Misal yang rusun tadinya nyewa, pelan-pelan ingin membeli rumah sendiri. Tidak harus besar akan tetapi yang layak (permanen)," tandasnya. (eka)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved