Dua Kecelakaan Maut Beruntun di Bandar Lampung, Renggut Nyawa Siswa SMP dan Mahasiswi

Dua Kecelakaan Maut Beruntun di Bandar Lampung, Renggut Nyawa Siswa SMP dan Mahasiswi

Dua Kecelakaan Maut Beruntun di Bandar Lampung, Renggut Nyawa Siswa SMP dan Mahasiswi
Tribun Lampung/Okta Kusuma Jatha
Pemakaman Ikbar Agustuwanda (13) di TPU Klenong Sukajawa, Bandar Lampung, Rabu, 10 Oktober 2018. 

"Katanya mata lebam, ada gumpalan darah di bagian kepala, dan tengkorak belakang pecah. Dokter bilang, "Anak bapak kritis, tinggal nunggu mukjizat"," kenangnya.

Sukoyo mengaku tidak ada firasat apa pun tentang Ikbar hingga bisa tertimpa musibah ini ini.

Meski begitu, ia mengakui perilaku Ikbar berbeda beberapa waktu belakangan.

"Sering marah-marah kepada kakeknya, karena nyuruh ini nyuruh itu, biasalah orangtua kan suka nyuruh-nyuruh. Tapi, biasanya anak saya itu nurut aja," tuturnya.

Selain itu, Ikbar sempat minta beli sepatu dan jaket. Tapi, baru dikabulkan beli jaket.

"Jaket itu minta sama persis dengan punya saya. Setelah dibelikan langsung dipakainya sampai tidur," kenang Sukoyo.

Atas peristiwa ini, Sukoyo meminta Pemkot Bandar Lampung proaktif mengawasi pohon-pohon lapuk yang ada di Kota Tapis Berseri.

"Banyak pohon-pohon besar yang ada di pinggir jalan, tolong tinjau lagi, jangan sampai musibah yang menimpa saya menimpa orang lain," ucapnya.

Sementara itu, pihak Yayasan Al Azhar, tempat Ikbar bersekolah, turut menghadiri prosesi pemakaman.

"Kami dari yayasan mendatangi ke sini untuk berbelasungkawa dan melepas almarhum ke tempat peristirhatan. Dia masih kelas 8," kata Chusnaidi, perwakilan Yayasan.

Driver Ojol Kritis

Sementara itu, driver ojol yang tertimpa pohon, Angel Bertus Widianto (50), sampai saat ini masih dalam kondisi kritis.

Rekan Angel sesama driver ojol, Riki mengungkapkan, kondisi rekannya belum mengalami perubahan signifikan.

Menurut Riki, pada Selasa (9/10) malam, Angel sempat dipindahkan ke RS Graha Husada.

"Karena asuransi yang bekerja sama dengan perusahaan itu kan di sana (RS Graha Husada). Tapi, karena spesialis syaraf tidak ada, akhirnya dirujuk kembali ke RSUAM. Sekarang kondisinya masih sama seperti semalam (Selasa)," ujar Riki, Rabu.

Mahasiswi Berprestasi

Sementara itu, mahasiswi berprestasi Akademik Polinela, Mayang Fitriani, juga mengalami lakalantas maut, Selasa petang.

Mayang dikebumikan di TPU Pekon Pagar Bukit, Bengkunat, Pesisir Barat, Rabu pagi.

Paman Mayang, Faturohman, menuturkan, keponakannya tersebut merupakan sosok penurut di mata keluarga.

"Anaknya itu tidak neko-neko, selalu nurut kalau dibilangi," kata Faturohman, saat dihubungi Tribun melalui ponsel Kaprodi Agribisnis Polinela, Muhammad Zaini, kemarin.

Faturohman mengaku tidak mempunyai firasat apa pun tentang musibah ini.

Ia mengatakan, Mayang selama ini dirawat oleh kakeknya di Bengkunat. Setelah kuliah, Mayang pun tinggal di rumah kos di Bandar Lampung.

"Ayah Mayang sudah meninggal dunia, sedangkan ibunya kini berada di Pesawaran. Sebelum kuliah, dia memang tinggal bersama kakeknya," terang Faturohman.

Mayang memiliki dua orang adik. Saat ayahnya masih hidup, Faturohman mengatakan, Mayang kerap membantu ibunya berdagang gorengan.

Kaprodi Agribisnis Polinela, Muhammad Zaini, mengungkapkan, Mayang merupakan mahasiswi semester IV. Di lingkungan kampus, Mayang sudah dikenal karena prestasinya.

Secara akademik, ia selalu mendapat IPK di atas 3,5, dan menduduki peringkat 10 di jurusan. Mayang juga mendapatkan beasiswa dari Pemprov Lampung.

"Kami sangat kehilangan. Tadi dari kampus serta sebagian mahasiswa jurusan agribisnis datang ke rumah duka," ujarnya.

Sementara Suhesti Dwi Ayu, rekan korban yang dibonceng saat lakalantas, kini telah dibawa pulang ke Pesawaran oleh pihak keluarga. Kondisi Suhesti masih syok, sehingga Polinela memberikan kelonggaran untuk bisa menenangkan diri dulu.

Wulan, rekan sekampus Mayang, menceritakan sahabatnya tersebut sebagai sosok yang mandiri.

"Dia gak pernah merepotkan teman-temannya dan memang hidupnya mandiri banget," kata Wulan.

Sehari 2 Lakalantas

Kasatlantas Polresta Bandar Lampung, Kompol Syozarnanda Mega, membenarkan adanya dua lakalantas pada hari Selasa lalu.

"Kalau di perempatan bypass Khomarudin masih kami proses, kalau yang di Jalan Samratulangi tidak ada laporan," ujarnya.

Terkait lakalantas yang di Jalan Khomarudin sendiri, Nanda menuturkan, insiden itu melibatkan Colt Diesel bernopol BE 9840 CP dengan motor Honda Beat bernopol BE 3630 WN.

"Dua kendaraan itu sama-sama ke arah Natar (dari Panjang). Tapi, saat di perempatan (lampu merah), motor korban belok ke kanan, sehingga tersenggol dan terlindas mobil," tuturnya.

Nanda mengatakan peristiwa ini akan diproses sesuai aturan. "Saat ini masih diperiksa semua," ujarnya.(nif/byu)

Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved