Suami Tergila-gila Main Game Mobile Legends? Ini Peringatan Keras Ustaz Abdul Somad

Apa saja lima hak istri dari suami? Pertama, makan. Kedua, pakaian. Ketiga, tempat tinggal. Keempat, pendidikan. Kelima, perhatian.

Editor: Andi Asmadi
Halaman facebook/Ustadz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad dapat gelar Kyai Mangku Jagadilaga dari Kesultanan Matan Tanjung Pura, Kalimantan Barat. 

Pengunjung tak hanya untuk melaksanakan ibadah tapi juga ingin bersantai dan melihat keindahan masjid itu.

“Jadi sekarang bisa dikatakan sebagai wisata religi karena faktanya begitu,” ungkapnya.

Baca: Duel Senjata Berujung Maut, Paranormal Tewas Setelah Ajak Wanita Kencan Tengah Malam

“Saya apernah tanya kepada pengunjung katanya datang hanya igin melihat keindahan Masjid saja. Mereka penasaran ingin tahu dan ada yang sudah datang tapi datang lagi hanya untuk bersantai di masjid itu,” lanjutnya.
Ditegaskannya mereka pengurus masjid tidak mengatakan masjid ini paling bagus.
Tapi pengunjung lah yang mengatakan bagus.

Bahkan ada beberapa orang dari luar Ketapang datang dan mengaku kagum terhadap keindahan masjid ini.

“Nuansa bangunan masjid itu merupakan kolaborasi perpaduan atau mengambil berbagai macam motif beberapa daerah bahkan Negara. Di antaranya motif masjid di Timur Tegah, Turki, Indonesia. Kemudian ada cirri khas melayu dan lainnya,” paparnya.

Ia menggungkapkan memang masjid ini sangat indah apalagi jika dilihat dari dalam ornamennya sangat luar biasa.

Sekarang bangunannya sudah 99 persen dan sedang menjadikan tangga. Kemudian halamannya sudah luas dan tinggal dipasang paving.

“Jadi terkait hal ini kita juga sudah meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi hal tak diinginkan di masjid itu. Satpam kita ada dua khususnya jaga malam. Kita akan meningkatkaan mutu, kenyamanan, keamanan dan sebagainya di masjid itu,” tuturnya.

Sementara itu Pondok Pesantren Hidayaturrahman beralamat di Jalan Gajah Mada, Kantor, Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Pondok Pesantren ini dikenal memiliki banyak aktivitas.

Di antaranya melakasanakan Tour Dakwah dan Wisata Relili 10 Dzulhijjah 1437 di Desa Tanjungpura Kecamatan Muara Pawan.

400 santrinya pun berdakwa pada masyarakat di daerah pedalaman Ketapang tersebut.

Panitia Kegiatan, Solihin mengatakan kegiatan dilaksanakan sejak Rabu (14/9) hingga Kamis (15/9/2016) September.

Tujuannya untuk malatih dan mengenalkan santri dalam berdakwa di tegah-tegah masyarakat serta lain sebagainya.

“Kita juga ingin mengenalkan sejarah perkembangan Islam di Ketapang kepada masyarakat. Kegiatan ini langsung dipimpin KH Jema,ie Makmur selaku Pimpinan pondok pesantren,” kata Solihin kepada awak media di Ketapang, Kamis (15/9/2016).

Ia memaparkan peserta kegiatan adalah seluruh santri Pondok Pesantren Hidayaturrahman kelas VII dan kelas IX Madrasyah Tsanawiyah. Serta seluruh santri kelas X, XI dan XII Mandarah Alihan.

“Totalnya sekitar 400 santri mengikuti kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Solihin menambahkan pada kegiatan tersebut pihaknya juga memotong satu sapi dan dua kambing kurban untuk dibagikan kepada masyarakat.

“Satu sapi dan dua kambing itu merupakan kurban sumbangan Pak Wakil Bupati Ketapang,” ucapnya.

Ia menjelaskan terkait kegiatan itu dakwah merupapakan kewajiban bagi setiap muslim.

Lantaran menurutnya adalah mengajak orang lain untuk kebaikan.

Khususnya terhadap umat muslim tentu diharapkan bisa memahami Islam secara keseluruhan.

“Dalam Al-Quran Surah Ali Imrah ayat 104 jelas dikatakan hendaklah ada di antara kamu segolongan untuk menyerukan kepada kebajikan. Serta menyuruh kepada yang ma,ruf dan mencegah yang mungkar,” tuturnya.

Diharpakannya kegitan yang dilaksanakan ini bisa bermanfaat bagi semua pihak.

“Terutama pada para santri diharapkan nanti setelah selesai di pesantren. Mereka bisa berbuat khsusnya berdakwa kepada masyarakat di tempat masing-masing,” harapnya. (source: tribunpekanbaru)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved