Viral Penumpang Lion Air Ngamuk, Kelaparan dan Kepanasan Akibat Delay Berjam-jam

Viral Penumpang Lion Air Ngamuk, Kelaparan dan Kepanasan Akibat Delay Berjam-jam

dok/TRIBUN MEDAN - penumpang Lion marah 

Viral Penumpang Lion Air Ngamuk, Kelaparan dan Kepanasan Akibat Delay Berjam-jam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Di tengah duka yang masih merundung akibat musibah jatuhnya Lion Air JT610 di perairan laut Jawa Barat, masalah lain membelit maskapaiLion Air.

Lagi, masalah penundaan keberangkatan penumpang (delay).

USAI  jatuhnya Lion Air JT 610 di perairan Karawang, muncul berita terbaru dari para penumpang Lion Air rute Makassar -Banjarmasin.

Baca: Pramugari Lion Air Curhat Sudah Tak Kuat Lagi Kerja di Lion Air, Ternyata Bukan Cuma Soal Gaji

Lion Air rute Makassar - Banjarmasin delay (tertunda terbang) 4 jam, penumpang kelaparan dan kepanasan pada Selasa (30/10/2018) malam lalu. 

Keributan terjadi di kabin pesawat udara Lion Air bernomor penerbangan JT 523, Selasa (30/10/2018) malam.

Peristiwa ini dipicu penerbangan yang terlambat (delay) selama sekitar 4 jam karena ada seorang penumpang masih ditunggu masuk ke pesawat.

Penumpang yang ribut adalah penumpang dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, di Maros, Sulawesi Selatan tujuan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sudah berlalu beberapa hari, tapi memang belum lama diadukan seorang penumpang lewat media sosial. 

Seharusnya, pesawat udara take-off dari Makassar pada pukul 07:55 Wita, namun terus terlambat karena menunggu seorangpenumpang lain yang belum diketahui identitasnya.

Baca: Gaji Pilot Lion Air JT 610 Bikin Miris, Gaji Pramugarinya Ternyata Tak sampai Rp 4 Juta

Saat penerbangan delay, penumpang malah diminta masuk ke dalam kabin selama sekitar 4 jam hingga membuat gerah.

Sebagian penumpang pun marah karena selain gerah, mereka juga kelaparan dan kehausan.

Parahya, tak ada kompensasi makanan, minuman, hingga uang sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 89 Tahun 2015.

Mereka kemudian memaki-maki petugas darat.

Sementara, pramugari tampak berusaha menenangkanpenumpang secara tenang.

Setelah delay selama sekitar 4 jam, pesawat udara ini pun baru take-off pada pukul 00:00 Wita.

Penumpang akhirnya mulai tenang setelah seorang petugas tampak memberikan jaminan jika akan ada pembagian kompensasi di bandara tujuan.

Sebelumnya, President and CEO Lion Air Group, Edward Sirait mengungkapkan, pihaknya tidak bisa mengontrol jadwal penerbangan selalu tepat waktu sehingga pasti ada kemungkinan delay.

Menurut dia, ada banyak faktor yang menyebabkan sebuah penerbangan bisa terlambat dari jadwal yang seharusnya. 

"Sebenarnya, dalam penerbangan dan teori yang saya tahu, 15 persen itu enggak mungkin (tepat waktu) karena ada faktor cuaca, catatan-catatan kerusakan yang tidak diduga," kata Edward saat ditemui pewarta di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018).

Edward mengungkapkan, ada faktor-faktor di luar kontrol maskapai maupun pemangku kepentingan lain yang turut berkontribusi menjadikan sebuah penerbangan jadi terlambat.

Bahkan, dia mengandaikan bahwa hanya Tuhan yang bisa membuat penerbangan selalu tepat waktu.

"Kenapa saya bilang saya bukan Tuhan? Karena bisa saja tiba-tiba hujan, tiba-tiba bannya kempis, seperti itu," tutur Edward.

Dengan kondisi seperti itu, maka yang bisa diupayakan oleh maskapai adalah melakukan manajemen delay.

Manajemen delay mencakup penanganan terhadap calonpenumpang yang mengalami keterlambatan jadwal penerbangan agar tetap merasa nyaman dan terpenuhi hak-haknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved