Keluarga Korban Lion Air Minta Dokter Ditambah untuk Identifikasi, Tolak Tabur Bunga di Laut

Keluarga Korban Lion Air Minta Dokter Ditambah untuk Identifikasi, Tolak Tabur Bunga di Laut

Keluarga Korban Lion Air Minta Dokter Ditambah untuk Identifikasi, Tolak Tabur Bunga di Laut
Petugas Basarnas melakukan patroli di lokasi kejadian jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Pantai Tanjung Pakis, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) 

Keluarga Korban Lion Air Minta Dokter Ditambah untuk Identifikasi, Tolak Tabur Bunga di Laut

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjungpakis, Karawang, Jawa Barat, menolak acara tabur bunga yang rencananya diadakan di lokasi jatuhnya pesawat, Selasa (5/11/2018).

Penolakan itu karena keluarga masih berharap anggota keluarganya yang menjadi korban masih bisa diidentifikasi.

"Kami menolak untuk tabur bunga. Kami masih berharap keluarga kami bisa teridentifikasi," kata salah satu keluarga korban dalam pertemuan antara tim SAR gabungan dengan keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).

Baca: Demi Mengikuti Tes CPNS, Selesai Ijab Peserta CPNS Langsung Tinggalkan Resepsi Pernikahan

Selain itu, keluarga juga meminta personel di RS Polri yang melakukan identifikasi korban ditambah jumlahnya.

Menurut keluarga korban, proses identifikasi berjalan lambat.

"Sudah 7 hari kami di sini, kalo kami hitung proses identifikasi baru 14. Kalau 7 sehari, berarti 10 hari baru 70 orang. Jadi kami minta kepada RS Polri untuk segera ditambah personelnya," ujar salah satu keluarga korban.

Dengan banyaknya dokter di Indonesia, lanjut keluarga korban, proses identifikasi dinilai bisa lebih cepat jika ada penambahan personel.

Menanggapi permintaan keluarga korban, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, acara tabur bunga ditiadakan, tetapi doa bersama tetap akan dilakukan.

"Besok kita akan ke sana, bukan untuk tabur bunga tapi untuk berdoa," kata Budi Karya yang juga hadir dalam acara pertemuan tersebut.

Tangis dan Haru

Halaman
1234
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved