Tribun Tanggamus

Tergiur Upah Rp 60 Ribu Sehari, Mat Yusuf Mau Disuruh Rawat Ladang Ganja

Ia mengaku tahu tanaman yang dirawatnya itu dilarang. Namun, ia mau melakukannya karena tergiur upah yang diberikan.

Tergiur Upah Rp 60 Ribu Sehari, Mat Yusuf Mau Disuruh Rawat Ladang Ganja
Dokumentasi Satnarkoba Polres Tanggamus
Penemuan kebun ganja di Talang Balak, Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kota Agung Timur. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Polisi menilai Awi, pemilik ladang ganja di Talang Balak, Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar, Kota Agung Timur, sebagai orang yang cerdik.

Menurut Kasatnarkoba Polres Tanggamus Inspektur Satu Anton Saputra, hal itu terlihat dari lokasi tanaman yang dipisah-pisah.

Setiap titik tanam berjarak sekitar 5 meter. 

Tujuannya untuk mengelabui orang yang melintas.

"Kalau melihat dari jauh, tanaman ganja  tidak terlihat, karena ada tanaman kopi dan lainnya, semak juga. Bentuknya bukan seperti hamparan seperti kasus sebelumnya," ujar Anton, Kamis, 8 November 2018. 

Anton menuturkan, Awi saat ini masih diburu polisi.

Baca: Polres Tanggamus Temukan Ladang Ganja, Pemilik Kabur, Penggarap Ditangkap di Jawa Barat

Dia adalah pemilik ladang ganja seluas dua hektare.

Di lahan itu, polisi menemukan tiga titik ladang ganja.

Polisi sudah mengamankan Mat Yusuf, pria yang ditugaskan merawat tanaman ganja tersebut.

Mat Yusuf mengaku tergiur merawat tanaman ganja milik Awi karena upah yang ditawarkan.

Setiap hari ia mengaku diupah sebesar Rp 60 ribu. 

"Kebun saya di sebelahnya. Sama-sama berkebun kami. Terus diajak mengurus tanaman itu (ganja) dan diupah sehari Rp 60 ribu," ujar Mat Yusuf.  

Ia mengaku tahu tanaman yang dirawatnya itu dilarang.

Namun, ia mau melakukannya karena tergiur upah yang diberikan.

Mat Yusuf mengaku diajari cara bercocok tanam ganja oleh Awi.

Baca: Simpan Tanaman Ganja Dalam Kamar Mandi, Warga Gisting Diciduk Polsek Talang Padang

Ganja Setinggi 2 Meter

Diberitakan sebelumnya, Polres Tanggamus kembali menemukan ladang ganja di wilayah hukumnya.

Kali ini, polisi mengungkap kebun ganja di Talang Balak, Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kota Agung Timur. 

Menurut Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, kasus ini bermula dari informasi yang diterima petugas tentang adanya tanaman ganja di wilayah Pekon Sukabanjar, Minggu, 28 Oktober 2018.

"Kemudian dilakukan penyelidikan, dan berhasil ditemukan lokasi tanaman pada Senin, 29 Oktober 2018. Lokasi berada di dalam hutan yang ditempuh tiga jam perjalanan kaki," ujar Rasma, Kamis, 8 November 2018.

Ia menjelaskan, lokasi penanaman ada tiga titik.

Pada titik pertama, ditemukan tanaman siap panen setinggi dua meter berjumlah 80 batang.

Kemudian di titik kedua, ditemukan 20 batang dengan ketinggian 70 cm.

Baca: Siapakah Pemilik Kebun Ganja di Gunung Tanggamus? Begini Kata Polisi

Ada pula tanaman tumbuh usai disemai setinggi 18 cm berjumlah 21 batang.

Berat seluruh tanaman ganja mencapai 15,3 kg. 

Penyelidikan selanjutnya diarahkan ke pemilik lahan.

Diketahui pemiliknya bernama Awi.

Dia pemilik lahan seluas dua hektare atas nama pribadi.

"Anggota langsung mendatangi rumah pemilik lahan. Ternyata, sudah tidak ada di tempat. Lalu didapat bukti kuitansi jual beli lokasi tersebut atas nama pribadi," ujar Rasma.

Kemudian penyelidikan beralih ke penggarap lahan.

Polisi berhasil mengetahui identitasnya, yakni Mat Yusuf (56), warga Pekon Bayur, Kecamatan Kota Agung.

Saat polisi mendatangi rumahnya, yang bersangkutan sudah tidak ada. 

Meski demikian, polisi terus berupaya menangkap keduanya.

Pada akhirnya, Mat Yusuf diketahui berada di Kecamatan Cimanggis, Jawa Barat. 

"Lantas tim menuju ke sana dan berhasil menangkapnya pada Selasa, 6 November 2018, dan dibawa ke Polres Tanggamus," ujar Rasma. 

Mat Yusuf dijerat pasal 111 ayat 2 UU RI Nomor 35 tentang Peredaran Narkotika, dengan ancaman 20 tahun penjara. 

Baca: Ternyata, Kebun Ganja di Gunung Tanggamus Sudah Pernah Dipanen

Di Lereng Gunung

Sebelumnya, aparat Polres Tanggamus bersama TNI, BNNK, dan Satpol PP membongkar kebun ganja di lereng Gunung Tanggamus, Kamis, 8 Maret 2018.

Menurut Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, pembongkaran dilakukan sebagai tindak lanjut dari penemuan kebun ganja. 

"Kami lakukan pencabutan agar tidak dimanfaatkan pihak lain. Sebab, medan ke sini juga berat dan tidak mungkin melakukan penjagaan terus," ujar Alfis.

Setelah dihitung ulang, tanaman ganja yang ditemukan mencapai 1.000 batang, terdiri 50 batang setinggi dua meter, 600 batang kurang dari dua meter, dan sisanya masih tumbuh usai persemaian.

Usia tanaman yang dibongkar sekitar empat bulan karena dilihat ketinggian tanaman yang sudah dua meter. 

"Kalau yang sudah dua meter, perkiraan sudah empat bulan. Sisanya masih pertumbuhan dan persemaian maka kurang dari itu," ujar Alfis.

Kebun ganja itu seluas 40x40 meter persegi dengan topografi miring sekitar 70 derajat. Di sekelilingnya kebun ganja itu terdapat tanaman galindra.

Menurut Dandim 0424 Tanggamus Letkol Arh Anang Hasto Utomo, pihaknya akan bekerja sama dengan HKTI.

"Kita akan mengumpulkan gapoktan untuk pembinaan ke tentang tanaman yang dilarang, contohnya ganja. Karena tidak semua orang tahu dan tidak mengerti bagaimana daun ganja," ujar Anang. (*)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved