Tribun Way Kanan

Bupati Way Kanan Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam

Bupati Way Kanan Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam

Bupati Way Kanan Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam
Istimewa
Bupati Way Kanan Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam Kamis (6/12) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, WAY KANAN -Pemerintah kabupaten Way Kanan selenggarakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam Di Provinsi Lampung yang dilaksanakan di Lapangan Korpri Way Kanan pada Jumat (07/11/2018).

Bupati Raden Adipati Surya menyampaikan amanat tertulis Kapolda Lampung Irjend Pol.Purwadi Arianto dalam apel tersebut.

Adipati menyampaikan bahwa bencana alam merupakan peristiwa luar biasa yang dapat menimbulkan kerugian jiwa maupun materiil, gangguan kejiwaan. mengingat dampak yang ditimbulkan tersebut, penanggulangan dilakukan menggunakan prinsip dan cara Yang Tepat agar tidak terlalu berdampak Buruk bagi para korban bencana.

"Memasuki Musim Penghujan seperti saat ini, potensi terjadinya bencana alam sangat besar, untuk itu perlu adanya peran dan partisipasi kita semua dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana." Ungkapnya.

Beliau menyampaikan apel siaga bencana yang dilaksanakan ini selain bertujuan untuk memantapkan dan mensiap-siagakan personel polri polda lampung juga dalam rangka membantu masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam di wilayah provinsi lampung.

"sebagaimana amanat undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, bahwa penanggulangan bencana merupakan urusan semua pihak, walaupun sebagai penanggung jawab adalah pemerintah. namun demikian masyarakat sebagai garda terdepan jika terjadi bencana, maka perlu ditingkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana." Tambah Adipati.

Prinsip bencana sebagaimana amanat undang-undang nomor 24 tahun 2007 yang disampaikan oleh adipati antara lain: prinsip penanggulangan bencana cepat dan tepat, meminimalisir korban dan kehilangan harta benda; prioritas, utamakan penyelamatan manusia, kemudian harta benda; serta koordinasi dan keterpaduan, antar instansi pemerintah dan masyarakat harus dilakukan secara terpadu dan saling mendukung.

Selain itu prinsip lainnya adalah berdaya guna, memanfaatkan waktu, tenaga, dan biaya sebaik mungkin; Transparansi dan Akuntabilitas, dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan secara etik dan hukum; serta kemitraan, penanggulangan bencana dilakukan oleh semua pihak bekerja sama dengan pemerintah.

"Prinsip lainnya berdasarkan undang-undang nomor 24 tahun 2007 adalah pemberdayaan, semua individu atau masyarakat dapat melakukan atau membantu proses penanggulangan bencana; serta non proletisi, dilarang memanfaatkan keadaan untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu, misalnya politik dan agama" tambahnya.

Terakhir beliau menyampaikan agar selalu meningkatkan kemampuan teknis dalam rangka memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana di saat keadaan darurat serta menjalin dan meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait dalam penanggulangan bencana yang terjadi.

"laksanakan tugas kemanusiaan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggungjawab" ujar adipati.

Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved