Cuplikan Transkrip Pembunuhan Jamal Khashoggi, 'Aku Tak Bisa Bernapas'

Cuplikan Transkrip Pembunuhan Junalis Jamal Khashoggi, 'Aku Tak Bisa Bernapas'

Editor: taryono
Vox
Jamal Khashoggi 

"Jamal percaya MBS merupakan isu serta masalah itu sendiri, dan mengatakan bahwa anak itu harus dihentikan," papar Abdulaziz.

 

CNN memberitakan, diskusi semacam itu bisa dianggap pengkhianatan di Saudi, salah satu negara dengan catatan terburuk di dunia dalam hal kebebasan berpendapat.

Keduanya kemudian mulai merencanakan untuk membentuk pasukan siber melalui anak-anak muda Saudi dan melancarkan propaganda melalui media sosial.

Kelompok bernama "pasukan lebah" itu bakal memaparkan pelanggaran HAM.

Senjata yang bakal mereka gunakan adalah media sosial Twitter.

Abdulaziz bertugas untuk merencanakan seperti apa tugas pasukan siber itu, sementara Khashoggi bertugas mencarikan dana.

Pada Juni, sebuah pesan yang dikirim dari Abdulaziz berisi konfirmasi dana sebesar 5.000 dollar AS, sekitar Rp 71,2 juta, sudah masuk.

Khashoggi membalas dengan jempol.

Namun pada awal Agustus, Abdulaziz menerima pesan dari Saudi bahwa pemerintah sudah mengetahui proyek mereka.

Pria 27 tahun itu segera meneruskan pesan kepada Khashoggi.

"Bagaimana mereka bisa tahu?" tanya Khashoggi. Tiga menit kemudian, Khashoggi menulis "Tuhan ampuni kami".

Abdulaziz mulai melontarkan kisahnya pada November lalu setelah diberi tahu peneliti Lab Warga Universitas Toronto bahwa ponselnya diretas oleh perangkat militer.

Bill Marczak, salah satu peneliti mengatakan, ponsel Abdulaziz diretas menggunakan piranti yang dikembangkan perusahaan asal Israel, NSO Group, dan digunakan atas permintaan Saudi.

Selain Abdulaziz, Marczak menyatakan piranti itu juga menargetkan dua warga Saudi lain, aktivis bernama Yahya Assiri dan satu lagi yang bekerja di Amnesty International.

Minggu (2/12/2018), Abdulaziz melayangkan gugatan hukum kepada NSO dan menuduh perusahaan itu telah melanggar hukum internasional karena menjual ke rezim penekan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved