Tribun Bandar Lampung
Selamat dalam Kecelakaan Maut di Tol Sumo, Tegar Siswa SMAN 10 Bandar Lampung Izin Naik Pesawat
Tegar Adi Saputra (15) menjadi salah satu korban selamat dalam kecelakaan maut di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) Km 719.400.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Daniel Tri Hardanto
"Soalnya kan mereka belum sampai rumah sakit, karena masih perjalanan ke rumah sakit. Jadi belum tahu pasti keadaan anak seperti apa," paparnya.
Berdasarkan kabar terakhir dari dokter, kata sang bibi, kondisi Tegar sudah membaik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
• Tewas Kecelakaan di Tol Sumo, Rafli Siswa SMAN 2 Bercita-cita Jadi Polisi
"Infonya memang Tegar operasi di wajah bagian rahang. Sebabnya belum jelas, karena masih simpang siur. Kita belum lihat langsung (penyebabnya) bolong atau kena besi," tuturnya.
Tegar langsung menjalani operasi bagian wajah sebelah kanan, Kamis sekitar pukul 19.00 WIB.
"Sebab, jika telat operasi, bisa menyebabkan kebutaan, berdasarkan keterangan dokter. Makanya harus cepat dioperasi," jelasnya.
Meski demikian, ia belum bisa memastikan apakah biaya operasi dan perawatan di rumah sakit tersebut di-cover oleh JKN (BPJS Kesehatan) atau Jasaraharja.
"Namun, berkas-berkas yang diperlukan sudah dibawa semua. Mudah-mudahan dipermudah dengan layanan BPJS Kesehatan," terang dia lagi.
Menurutnya, orangtua mengetahui kepergian Tegar ke Bali.
Izin Naik Pesawat
Alumni SMPN 1 Bandar Lampung ini minta izin pergi bersama keempat rekannya berlibur ke Bali, Surabaya, dan Yogyakarta.
Namun, terus dia, Tegar mengaku pergi dengan naik pesawat dari Lampung ke Bali.
Orangtua Tegar tidak tahu sang anak dan teman-temannya membawa mobil.
"Memang sempat dilarang keras oleh orangtua waktu mau pergi. Sampai-sampai akan diberi uang buat jajan dan jangan pergi. Tapi namanya anak sudah besar, walaupun masih di bawah umur, sulit melarangnya. Akhirnya berangkatlah dia," imbuhnya.
• Kecelakaan di Tol Sumo - Tangis Orangtua Pecah Saat Lihat Jenazah Rafli Tiba di Rumah Duka
Pihak keluarga mengetahui peristiwa itu dari grup WhatsApp alumni SMPN 1 Bandar Lampung.
"Jadi ibunya telat tahu kejadian itu. Karena mungkin pihak keluarga korban yang lain mau hubungi tidak punya kontaknya. Nah, ada ponakan yang ada grup alumni SMP tersebut dapat info itu. Dari situlah tahunya," papar dia.