Video Tribun Lampung

VIDEO - Roslina, Sosok Penjaga Kain Tapis Lampung

Meski lahir dan besar di DKI Jakarta. Kecintaan Hj Roslina Daan terhadap kain tapis Lampung yang merupakan budaya leluhurnya sangatlah besar.

Penulis: Okta Kusuma Jatha | Editor: Teguh Prasetyo
Tribunlampung/Dedi
Roslina Daan 

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Meski lahir dan besar di DKI Jakarta. Kecintaan Hj Roslina Daan terhadap kain tapis Lampung yang merupakan budaya leluhurnya sangatlah besar.

Ia pun kini memiliki cukup banyak koleksi kain tapis. Bahkan dirinya memiliki galeri di Jakarta dan di Bandar Lampung.

Untuk di Kalianda ia memiliki galery Kalianda Lampung Heritage yang beralamat di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Nomor 22 dekat kantor bupati Lampung Selatan dan kantor DPRD.

Roslina Daan Sang Penjaga Kain Tapis Lampung Pernah Ikut Pameran di Jepang Hingga Swedia

Kepada Tribun Lampung yang menyambangi galeri miliknya di Kalianda Hj Roslina Daan berbagi cerita tentang upayanya melestarikan dan juga koleksi kain-kain tapis miliknya.

Wanita yang juga merupakan wakil ketua DPRD Lampung Selatan itu mengatakan, para awalnya ia mulai tertarik untuk mengkoleksi dan melestarikan kain tapi Lampung saat mendapatkan warisan kain tapi dari sang bunda.

“Waktu itu saya mendapatkan warisan kain tapi dari ibu saya beberapa helai. Dan saya lihat, cantik sekali kain-kain tersebut,” ujarnya.

Kemudian kata dia, dirinya bertemu dengan Maria Woworuntu dan Judi Achjadi penggiat dan penggemar kain tradisional.

Tertarik Kain Tapis, Ibu Negara Iriana dan Mufida Jusuf Kalla Kunjungi Dekranasda Lampung

Keduanya mengagumi koleksi kain tapi dari Hj. Roslina.

“Saat mereka main ke rumah melihat koleksi kain tapis saya, mereka berpesan agar kain-kain tapis tersebut dilestarikan. Mereka mengatkaan kain tapis koleksi saya merupakan kain yang sangat bagus,” kenang dirinya.

Sejak saat itu, ibu dua anak yang pernah bekerja di lingkungan pemerintah DKI Jakarta itu mulai mengkoleksi dan mengembangkan kain tapis.

Kain-kain tapi koleksinya yang sudah tua (tidak lagi bisa digunakan), kemudian diproduksi ulang. Ia pun memiliki beberapa pengrajin di Lampung untuk menghasilkan berbagai jenis kain tapis.

Ia juga aktif mencari kain-kain tapis lawas yang dijual masyarakat untuk dikoleksi oleh dirinya.

Pelatihan Teknis Dan Diversifikasi Produk Kain Tapis Kampung Bratayudha Way Kanan Resmi Dibuka.

Berkat koleksi yang dimilikinya, Museum tekstil Indonesia pun sempat mengajak dirinya untuk ikut pameran di luar negeri. Hj. Roslina sempat mengikuti pameran di Jepang, Vietnam, Itali, Swedia dan juga Australia.

“Saya mulai menggeluti secara serius untuk mengembangkan dan mengkoleksi kain tapis ini sejak tahun 2006. Koleksi kain tapi saya terus bertambah,” terang dirinya kepada tribun sambil memperlihatkan beberapa koleksi kain tapis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved