Tsunami Pesisir Lampung
UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Kisah Petugas Basarnas Lampung Evakuasi Korban di Desa Kunjir
Bahkan, seorang anggota Basarnas menemukan warga selamat yang kondisinya cukup memprihatinkan, dengan luka cukup parah di bagian paha.
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Daniel Tri Hardanto
UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Kisah Petugas Basarnas Lampung Evakuasi Korban di Desa Kunjir
Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAJABASA - Sejak Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 22.00 WIB hingga saat ini, para personel personel Basarnas Lampung tak kenal lelah membantu evakuasi warga yang terdampak bencana tsunami.
Bahkan, seorang anggota Basarnas menemukan warga selamat yang kondisinya cukup memprihatinkan, dengan luka cukup parah di bagian paha.
Anggota Basarnas Lampung Adi Yayank Syah mengungkapkan, tim langsung berangkat ke lokasi bencana pada pukul 22.15 WIB.
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - 48 Korban Tewas, 5 Jenazah Belum Teridentifikasi
"Kami terima informasi jam 10 malam. Kemudian, tim dari Bakauheni, tim Alpha, mulai berangkat pukul 22.15 WIB menuju ke arah Desa Kunjir. Tapi tim tidak berhasil masuk karena tidak ada komunikasi. Sinyal hilang," cerita pria yang akrab disapa Yayank itu di Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu, 23 Desember 2018.
Tak hilang akal, terus Yayank, tim memutar arah melalui Dermaga Bom, Desa Canti.
Namun, juga tak berhasil masuk karena kondisi jalan yang penuh puing-puing.
Tim kembali memutar arah dan memaksakan masuk melalui Desa Gayam, sampai akhirnya berhasil masuk ke Desa Kunjir.
"Begitu tiba, tim langsung melakukan evakuasi warga yang terkena reruntuhan bangunan. Kebanyakan warga dievakuasi ke rumah-rumah yang aman dulu," papar Yayank.
Saat evakuasi, lanjut Yayank, tim Alpha sudah dibantu oleh tim Bravo yang menyusul untuk membantu evakuasi di Desa Kunjir.
"Ada warga yang kejepit reruntuhan, teriak minta tolong. Pokoknya suasana tadi malam sempat mencekam. Terlebih tidak ada penerangan sama sekali karena listrik mati. Kami hanya mengandalkan senter yang dibawa," ungkap Yayank.
Minggu pukul 02.30 WIB, imbuh Yayank, tim Delta masuk ke lokasi Way Muli.
Way Muli menjadi wilayah terparah yang terdampak tsunami.
Tim Delta, terus Yayank, melakukan evakuasi warga selamat untuk dibawa ke rumah sakit.
Hingga Minggu pagi, kata Yayank, tim masih terus mengevakuasi korban tsunami.
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Video Detik-detik Tsunami 4 Meter Hantam Pesisir Lampung Selatan
"Tadi pagi kami menemukan warga, perempuan, teriak minta tolong di pinggir pantai. Kami langsung meluncur dan melakukan evakuasi. Dia tidak bisa jalan ke pinggir jalan ini karena kakinya bolong di bagian paha. Sekarang sudah di rumah sakit," kata Yayank.
Kepala Basarnas Lampung Jumaril menjelaskan, pihaknya bersama instansi lain, seperti TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga, masih terus berupaya melakukan evakuasi dan mencari korban yang hilang.
"Sejauh ini berdasarkan data dari staf khusus Pak Bupati (Nanang Ermanto) itu 49 orang yang meninggal dunia. Itu khusus di Lampung Selatan saja, baik yang sudah di rumah sakit maupun yang baru dievakuasi," jelas Jumaril.
Sedangkan untuk personel yang diturunkan, lanjut Jumaril, total ada 39 orang.
"Tetapi menyebar. Ada yang di Pantai Alau-alau, Kunjir, dan di sini (Way Muli Timur). Untuk yang di Kunjir, sudah saya tarik ke sini dan sedang dalam perjalanan. Karena memang dari pengamatan yang paling parah di sini," tandas Jumaril.
Tak hanya tim Basarnas yang turun membantu melakukan evakuasi pascabencana.
Sejumlah relawan baik dari warga, maupun swasta juga ikut membantu.
Salah satunya adalah PT Bukit Asam Lampung.
Ketua Tim Tanggap Darurat PT BA Lampung Aang Haryadi mengatakan, sejak kejadian Sabtu malam, pihaknya sudah menerjunkan 50 relawan yang disebar ke beberapa titik bencana.
"Paling banyak memang di sini (Way Muli). Karena sepertinya yang cukup parah di sini. Rencananya, besok ditambah lagi 20 orang untuk membantu," kata Aang.
Tim tanggap darurat, kata Aang, juga sudah mendistribusikan 200 bungkus nasi untuk dibagikan kepada masyarakat yang terdampak bencana tsunami di Way Muli.
"Kami juga berupaya mendatangkan alat berat untuk membantu mengevakuasi puing-puing reruntuhan bangunan. Dan juga akan mendistribusikan sembako serta air bersih," tutur Aang. (*)