Tribun Bandar Lampung

Jika Tak Penuhi Sederet Syarat, Status Bandara Radin Inten Jadi Bandara Internasional Bisa Dicabut

Bandara Radin Inten II akhirnya berhak menyandang status sebagai bandara internasional.

Penulis: Romi Rinando | Editor: Daniel Tri Hardanto
Kompas.com/Yoga Sukmana
Ilustrasi - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat tiba di Bandara Raden Inten, Lampung, Minggu (20/11/2016). Bandara Radin Inten II akhirnya berhak menyandang status sebagai bandara internasional. 

"Untuk penerbangan luar negeri, kami melakukan penjajakan dengan Lion Air dan mendorong Garuda membuka penerbangan Singapura-Bali-Lampung," jelas Qudrotul.

Mengenai syarat kepabeanan, keimigrasian, dan kekarantinaan, pihaknya segera mengadakan rapat koordinasi dengan pihak terkait.

Adapun soal anggaran, pihaknya belum mengetahui nilai yang terealisasi dari pengajuan.

"Secepatnya kami akan rapat dengan pihak imigrasi, balai karantina, dan lainnya. Pada prinsipnya, masing-masing institusi akan menyesuaikan dengan SK tersebut. Personel juga sudah siap," kata Qudratul.

"Untuk anggaran, sudah kami ajukan. Soal nilainya, Pak Sekda (Sekretaris Provinsi Lampung) yang tahu," imbuhnya.

Bandara Radin Inten II Punya Waktu Enam Bulan Siapkan Penerbangan Internasional

Maskapai Buka Rute

Maskapai penerbangan di Lampung menyambut baik naiknya status Bandara Radin Inten II menjadi bandara internasional.

Bagi maskapai Garuda Indonesia, kenaikan status tersebut membuka kesempatan untuk membuka rute internasional dari dan menuju Lampung.

General Manager PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Tanjungkarang Gatot Rijadi menjelaskan, Lampung pada dasarnya memiliki potensi untuk pembukaan rute internasional.

Khususnya, dari dan ke negara-negara terdekat, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

"Animo masyarakat, baik dari Lampung dan sebaliknya, menjadi pertimbangan sebelum membuka rute internasional," katanya.

Meski demikian, Gatot menyatakan pembukaan rute penerbangan internasional membutuhkan persiapan.

Selain dari segi pasar, menurut dia, persiapan lain adalah kesiapan armada pesawat.

"Jadi, harus mempertimbangkan dua hal. Namun, pada intinya Garuda sangat support dengan beberapa parameter yang ada," ujarnya.

Sementara maskapai Sriwijaya Air masih akan fokus melayani penerbangan domestik.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved