Tsunami Pesisir Lampung
UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - 116 Korban Tewas Sudah Ditemukan, 11 Masih Hilang
Jumlah korban tewas dalam tsunami di pesisir Lampung Selatan sampai Jumat, 28 Desember 2018 pagi, sudah mencapai 116 orang.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
Untuk bertahan di rumah, mereka khawatir adanya gelombang tsunami susulan.
Apalagi sejak tragedi terjangan tsunami pada Sabtu, 22 Desember 2018, letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) terdengar cukup keras dari kawasan pesisir.
“Kita masih belum berani untuk tinggal di rumah, meski tidak rusak diterjang tsunami. Kita khawatir akan ada tsunami susulan,” kata Desi, ibu rumah tangga yang mengungsi bersama keluarganya di kebun, Kamis, 27 Desember 2018.
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Duka Pengungsi di Gunung Rajabasa, Kedinginan dan Mulai Terserang Penyakit
Warga berharap bantuan tenda atau terpal untuk membuat tenda yang lebih baik.
Sehingga saat hujan mengguyur, mereka tidak harus berbasah-basahan.
“Kita kasihan anak-anak. Sudah udara dingin, terkadang juga ada rembesan air hujan,” kata Neneng, wanita asal Desa Way Muli yang mengungsi di kaki Gunung Rajabasa.
Tidak hanya tenda yang lebih layak. Warga pun berharap ada bantuan selimut dan kelambu untuk anak-anak balita.
Pasalnya, pada malam hari cukup banyak nyamuk.
Hal lainnya yang juga dibutuhkan warga yakni lampu emergensi, pakaian anak, pembalut wanita, dan alat rumah tangga untuk memasak.
Mulai Diserang Penyakit
Tinggal selama empat hari di tenda, sejumlah pengungsi di kaki Gunung Rajabasa mulai terserang penyakit.
Kebanyakan warga mengeluhkan demam, batu, pilek, dan gangguan pernapasan.
Ada juga warga yang memiliki riwayat sakit gula darah, hipertensi, dan sakit lainnya yang kambuh.
“Kalau demam sudah mulai. Kita yang paling khawatir anak-anak. Karena ini sudah mulai ada yang terkena panas tinggi,” terang Hasanah, pengungsi di Gunung Rajabasa, Kamis, 27 Desember 2018.
Kondisi ini tidak hanya dialami warga yang mengungsi ke tenda-tenda.