Tsunami Pesisir Lampung

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - 116 Korban Tewas Sudah Ditemukan, 11 Masih Hilang

Jumlah korban tewas dalam tsunami di pesisir Lampung Selatan sampai Jumat, 28 Desember 2018 pagi, sudah mencapai 116 orang.

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - 116 Korban Tewas Sudah Ditemukan, 11 Masih Hilang
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Proses pencarian korban di balik reruntuhan puing rumah pasca tsunami di Lampung Selatan, Senin, 24 Desember 2018. Hingga kini, korban tewas yang ditemukan sudah mencapai 116 orang. 

Hal sama juga dialami warga pengungsi di Desa Canggu, Desa Krinjing, dan Desa Totoharjo.

Meski begitu, mereka tidak kesulitan mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan.

Karena setiap tempat konsentrasi pengungsian terdapat posko pelayanan kesehatan.

“Bahkan terkadang anggota relawan kesehatan datang menyambangi tempat pengungsian untuk melakukan pemeriksaan,” kata Muksin, warga lainnya.

Budi, relawan kesehatan di Desa Way Muli Timur, mengatakan, gangguan kesehatan yang dialami warga yakni batuk, pilek, demam, dan ISPA.

“Tetapi memang ada beberapa warga yang mengeluhkan hipertensinya naik dan juga gula darah naik. Mereka memang memiliki riwayat sakit hipertensi dan gula darah. Karena mungkin cukup stres pascatragedi tsunami. Jadi tensinya naik,” ujarnya.

Level Siaga, Suara Menggelegar dan Kilatan Gunung Anak Krakatau Terjadi Sepanjang Hari

Evakuasi Warga

Sebanyak 432 warga Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, akhirnya bersedia dievakuasi.

Awalnya, mereka sempat menolak dievakuasi dan memilih bertahan di tempat pengungsian di Pulau Sebesi.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan KRI Teluk Cirebon 543, Kamis, 27 Desember 2018 sore.

Selanjutnya, para pengungsi tersebut dibawa menggunakan bus Trans Lampung menuju pengungsian di lapangan tenis indoor kompleks perkantoran Pemkab Lamsel di Kalianda.

Pantauan Tribunlampung.co.id di Pelabuhan Panjang, tempat bersandarnya KRI Teluk Cirebon 543, sejumlah anggota Lanal Lampung dan Pelabuhan Panjang sudah berjaga sejak pukul 17.00 WIB.

Kapal tiba di Pelabuhan Panjang sekira pukul 18.30 WIB.

Danlanal Lampung Kolonel Laut (p) A Agung PS mengungkapkan, KRI Teluk Cirebon 543 memutuskan untuk bersandar di Pelabuhan Panjang.

Alasannya, dermaga di Pelabuhan Bakauheni dan Canti, Lampung Selatan, tidak memungkinkan untuk menurunkan penumpang.

“Jumlah warga yang diangkut ini ada 432 orang. Ini penyeberangan terakhir setelah tiga kapal sebelumnya yang mengangkut warga Pulau Sebesi sejumlah 1.500 orang. Diperkirakan masih ada sekitar 400 warga yang bertahan di Pulau Sebesi,” kata Agung kepada awak media di Pelabuhan Panjang. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved