Andi Arief Mengaku Rumahnya di Lampung Digeruduk, Ternyata Rumahnya Sudah Dijual Sejak 2013

Andi Arief Mengaku Rumahnya di Lampung Digeruduk, Ternyata Rumahnya Sudah Dijual Sejak 2013

Andi Arief Mengaku Rumahnya di Lampung Digeruduk, Ternyata Rumahnya Sudah Dijual Sejak 2013
Tribun Lampung/Bayu Saputra
Bekas rumah Andi Arief yang ternyata sudah dijual 2013 silam. Rumah ini terletak di Jalan Nusantara, Gang Perkutut Nomor 12, Kelurahan Kota Sepang, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Jumat, 4 Januari 2018. 

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih membeanarkan adanya kedatangan tim polda ke bekas rumah Andi Arief.

Namun bukan untuk penggerebekan, hanya untuk pengecekan, dan tidak ada tindakan penindakan yang dilakukan Polda Lampung.

 

“Kami sudah cek, dan itu bukan rumah pak Andi Arief, tapi sudah dijual sejak 2017 kepada pak Yus Rizal. Dan tim Cyber Polda memang kesana, hanya untuk cek saja, dan tidak ada penindakan. Tujuan kami kesana untuk pengecekan saja agar tidak ada simpang siur,” kata Sulistyaningsih.

Keluarga Wasekjen Demokrat Andi Arief  membenarkan kedatangan petugas dari Polda Lampung  ke bekas rumah Andi Arief di Jalan Perkutut Kedaton, Bandar Lampung, Jumat 3 Januari 2019.

"Iya kami dengar rumah Andi Arief yang di Kedaton itu didatangi tim dari Polda, tapi itu bukan rumah bang Andi lagi, karena sudah dijual, " kata kerabat Andi Arief, Rachmat Husen saat ditemui Tribunlampung  di kediaman orangtua Andi Arief di Jalan Pakis Kawat Enggal, Jumat 4 Desember 2019.

Sebelumnya, Andi Arief mengaku rumahnya yang berada di Lampung digeruduk oleh dua mobil kepolisian.

Hal itu disampaikan Andi Arief melalui Twitter miliknya, @AndiArief__, Jumat (4/1/2019).

Ia mengatakan ada dua mobil Polda yang mengaku dari Cyber mendatangi rumahnya.

Hoaks Surat Suara Tercoblos

Diberitakan sebelumnya, nama Andi Arief kembali menjadi polemik setelah dirinya menuliskan soal hoaks 7 kontainer surat suara telah dicoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1/2019).

Namun, Andi Arief ketika dikonfirmasi menegaskan jika kicauannya itu hanya berupa imbauan agar ada pihak yang melakukan pengecekan terkait kabar tersebut.

"Saya mengimbau supaya dilakukan pengecekan," ujar Andi Arief, Kamis (3/1/2019) pada Kompas.com.

Andi Arief menegaskan, hal tersebut sudah jelas tertulis di twit yang ia buat.

Andi Arief menyayangkin ada pihak-pihak yang justru menuding bahwa dirinya adalah penyebar hoaks.

Sementara itu, mengutip dari Tribunnews.com, Kabareskrim Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan akan memanggil semua pihak yang terkait dengan kasus hoaks surat suara ini.

Semua pihak itu, termasuk Andi Arief.

"Semua pihak yang berkaitan dengan beredarnya isu pasti akan dilakukan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, siapapun dia," ujar Arief Sulistyanto di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019).

Selain itu, Arief Sulistyanto menegaskan, pihaknya masih terus melakukan investigasi dan mengidentifikasi rekaman yang beredar.

"Dari tadi malam sudah investigasi, saya juga dapat info dari teman-teman media juga. Masih diidentifikasi, kalau teman-teman tahu itu siapa, lapor kepada saya, segera saya dalami," tegasnya.

Tak hanya Arief Sulistyanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono juga mengatakan, pihaknya akan mencari tahu pelaku yang pertama kali menyebarkan informasi bohong itu.

 "Tentunya kami akan melakukan penyelidikan oleh tim cyber. Nanti kami akan mencari siapa yang pertama kali meng-upload, nanti siapa yang pertama dan di mana," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/1/2019), seperti dikutip dari Kompas.com.

Menurut Argo, pihaknya telah meminta penjelasan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah memastika bahwa informasi itu tidaklah benar.

"Jadi diimbau kepada masyarakat untuk arif dan untuk saring pemberitaan itu. Dicek dulu sumbernya dari mana, kemudian baru kita tahu apakah itu boleh di-share atau tidak," ujar Argo.(*)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved