Ban Mobil Fortuner Digembosi, Uang Rp 150 Juta Dicuri Saat Pemilik Periksa Ban

Ban mobil Fortuner digembosi saat berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kotabumi, Lampung Utara, tepatnya di samping Bank Syariah Mandiri.

Ban Mobil Fortuner Digembosi, Uang Rp 150 Juta Dicuri Saat Pemilik Periksa Ban
Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi
Uang Rp 150 juta yang ada di dalam mobil Toyota Fortuner nomor polisi BE 1026 J warna putih raib digondol kawanan pencuri. 

Uang ADK dan Siltap yang baru saja diambil diletakkan di jok tengah mobil.

Setelah memastikan semua pintu mobil terkunci, Krisbandi dan tiga rekannya berjalan masuk ke toko laptop.

Sekretaris Kampung Sidomekar Dendi mengatakan, mereka mampir ke toko dengan maksud membeli laptop untuk keperluan kampung.

Setelah mendapatkan barang dimaksud, salah satu dari teman Krisbandi kembali ke mobil untuk mengambil uang.

Belum sampai di mobil, tiba-tiba ada seorang warga yang memberi tahu kaca bagian tengah sebelah kiri dipecahkan oleh seseorang.

"Orang itu mengambil tas dari dalam mobil, kemudian kabur mengendarai sepeda motor ke arah (Jalan) Ethanol," papar Dendi.

Tak pelak, peristiwa tersebut membuat geger.

Krisbandi pun pusing tujuh keliling.

"Gimana nggak pusing, uang untuk membayar honor aparatur kampung dan membayar batu jalan hilang dibawa kabur pencuri," keluh Krisbandi.

Kasatreskrim Polres Tuba AKP Zainul Fachry membenarkan adanya peristiwa pencurian dengan modus pecah kaca mobil tersebut.

Dia menduga, aksi tersebut melibatkan dua orang.

Hal itu berdasarkan rekaman kamera pengawas di sebuah toko waralaba yang ada di lokasi kejadian.

"Dari rekaman CCTV, pelaku kemungkinan dua orang. CCTV dari Indomaret. Korban sempat mampir ke toko," kata Zainul.

Namun, mantan Kasatreskrim Polres Mesuji ini belum mau berspekulasi terkait kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam pada kasus ini.

Sebab, pelaku sepertinya tahu persis bahwa korban baru saja mencairkan uang dalam jumlah banyak.

"Kemungkinan-kemungkinan pasti ada. Tapi, semuanya masih kita selidiki. Bisa orang dalam, bisa juga orang jauh. Yang jelas, diselidiki dulu," tandasnya.

Polisi Bekuk Spesialis Modus Pecah Kaca dan Gembos Ban Jaringan Lubuk Linggau

Di sisi lain, Zainul menyayangkan korban tidak meminta pengawalan kepada polisi.

Apalagi saat itu yang bersangkutan mengambil uang dalam jumlah besar.

"Kita sesalkan juga ya (tidak minta pengawalan). Tapi, yang jelas itu kan uang negara, mesti dipertanggungjawabkan," imbuh Zainul. (anung bayuardi)

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved