Penerapan Palang Pintu Otomatis di Unila - Mahasiswa Sebut Bikin Ribet, Dosen Nilai Belum Siap
Kebijakan yang diterapkan kampus dengan menempatkan palang pintu otomatis dan diharuskan menggunakan kartu khusus tersebut membuat kesulitan mahasiswa
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
Namun ia mengaku mengalami sedikit kesulitan saat ini karena harus mengurus kartu khusus untuk melewati palang pintu otomatis yang sudah terpasang di dua titik tersebut.
"Ya kan harus punya kartunya mas. Saya kalau yang di fakultas sudah punya tapi kalau akses yang lain masih harus disinkronisasikan dulu. Maka kami juga masih butuh bantuan-bantuan satpam yang menjaga itu. Memang awalnya harus penyesuaian dulu karena ini kan hal baru," tukasnya.
Dosen Teknik Unila Sasana Putra menyampaikan bahwa pemberlakuan kebijakan baru tersebut pada prinsipnya bagus namun dilihat belum siap.
• Politikus Asal Lampung Terseret Kasus Hoaks Surat Suara Tercoblos di Medsos
"Bisa dilihat dari sisi sosialisasi. Lalu, titik lokasi yang di depan bundaran itu kan kalau sudah masuk kesulitan keluar lagi karena sudah ada antrean di belakangnya karena gak punya kartu khusus," ungkapnya.
Namun jika tujuannya untuk pengamanan kampus tentunya menanggapi positif dengan kebijakan baru tersebut.
"Tapi memang perlu adaptasi dulu supaya semua kalangan bisa menyesuaikan dengan kebijakan baru itu," tandasnya.
Pengendara yang belum memiliki kartu khusus, Deki merasa kaget dengan kebijakan baru yang diterapkan tersebut ketika melintasi kawasan Unila.
"Kaget juga saya. Biasanya gak pakai kartu bisa lewat," tutur pedagang free land yang terkadang lewat jalur Unila.
Menurutnya, ia terkadang melintasi jalur Unila ketika akan menuju bypass untuk mengantarkan barang ke toko-toko. "Kadang-kadang masuk lewat jalur kampus Unila ke bypas karena jaraknya lebih dekat," paparnya.
Namun ia menanggapi positif dengan kebijakan yang diberlakukan tersebut karena untuk kepentingan kampus menjaga keamanan. "Ya bagus sih soalnya biar aman, tapi emang agak repot buat kami karena harus berputar lewat Rajabasa," pungkasnya. (eka)