OTT di Lampung

Kronologi Bupati Mesuji Terjaring KPK, Posting 'HOAX' Sebelum 'Jemput' KPK di Kantor Polisi

Saat itu, Khamami malah "menjemput" penyidik KPK dengan mendatangi Mapolres Mesuji.

Kronologi Bupati Mesuji Terjaring KPK, Posting 'HOAX' Sebelum 'Jemput' KPK di Kantor Polisi
Screenshoot Facebook/@Khamami
Postingan status di akun Facebook pribadi Bupati Mesuji Khamami, Rabu, 23 Januari 2019 malam. 

Mereka adaah Bupati Mesuji Khamami, Kadis PUPR Najmul Fikri, Sekretaris PUPR Wawan Suhendra, dan staf PUPR Lutfi. 

Ciduk Bos PT Subanus 

KPK menyegel kantor PT Subanus Lampung, perusahaan kontraktor yang terletak di Jalan Dr Harun II, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Kamis, 24 Januari 2019.

PT Subanus Lampung diketahui milik AS, salah satu orang yang terjaring  dalam OTT KPK, Rabu, 23 Januari 2019.

Menurut informasi, AS dijemput petugas KPK di kantor PT Subanus Lampung.

Hal ini dibenarkan oleh BN (60), warga sekitar.

 Pasca Terjaring OTT KPK, Bupati Mesuji Khamami Terlihat di Bandara Bersama Istri

Ia mengaku sempat melihat petugas KPK menyatroni kantor kontraktor tersebut.

"Kemarin sih ada tiga mobil ke sini, sekitar jam setengah lima sore. Baru tahu kalau dari KPK," ungkapnya.

BN mengaku melihat beberapa orang keluar dari mobil dan masuk kantor PT Subanus Lampung.

"Gak lama mereka keluar. Sama yang punya (AS) pergi naik mobil," tuturnya.

Selain AS, BN mengaku juga melihat petugas KPK membawa satu kardus mi.

"Iya bawa satu dus mi. Katanya sih duit," paparnya.

BN menambahkan, semalam petugas mondar-mandir di kantor PT Subanus Lampung.

"Kan disegelnya semalam," tandasnya.

Pantauan Tribunlampung.co.id, kantor PT Subanus nampak sepi orang.

Bahkan, tidak ada petugas yang berjaga.

Gerbang kantor PT Subanus pun dalam kondisi tertutup.

Sementara terlihat pintu kaca utama kantor PT Subanus tersegel oleh stiker bertuliskan KPK.

 

11 Orang Diamankan

Sampai Kamis, 24 Januari 2019 siang, jumlah yang diamankan KPK terkait transaksi suap proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji sudah mencapai 11 orang.

"Iya, ada 11 orang terperiksa," ungkap Juru Bicara KPK Febri Diyansah, Kamis, 24 Januari 2019.

Namun, lanjut Febri, baru tujuh orang yang sudah dibawa ke kantor KPK di Jakarta.

"Tadi pagi sudah tujuh orang terperiksa dibawa ke Jakarta," tuturnya.

Untuk siang ini, kata Febri, KPK membawa empat orang lagi.

"Empat lainnya dibawa siang ini, termasuk bupati (Khamami) dan pejabat atau PNS Dinas PUPR," kata Febri.

Febri menambahkan, ke-11 orang tersebut akan diperiksa lebih lanjut secara intensif.

"Hasil dan perkembangan status hukum OTT akan disampaikan melalui konferensi pers sore atau malam ini," tandasnya.

Seusai terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Bupati Mesuji Khamami akan dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuju Jakarta.

Dari pantauan Tribunlampung.co.id, Kamis, 24 Januari 2019, Khamami tiba di Bandara Radin Inten II, Branti, Natar, Lampung Selatan, sekitar pukul 11.50 WIB.

Dengan dikawal mobil Patwal Polda Lampung, dua mobil terlihat masuk ke halaman parkir VIP bandara.

Tampak empat orang keluar dari mobil, termasuk Khamami.

Sebelum masuk ke ruang VIP, Khamami sempat duduk di teras dengan mengenakan jaket, masker, dan kacamata.

Begitu masuk ruang VIP, petugas KPK langsung mengunci pintu masuk.

Terlihat juga istri Khamami, Elviana, yang turut mengantar.

Namun, begitu sang suami masuk ruang VIP, Elviana langsung beranjak pergi.

Di lokasi juga terdapat dua petugas Brimob Polda Lampung bersenjata lengkap menjaga teras ruang tunggu VIP Bandara Radin Inten II.

"Maaf, tolong jangan diganggu. Kami hanya melaksanakan tugas," ujar seorang polisi yang tengah berjaga.

 Pasca Bupati Mesuji Terjaring OTT, KPK Segel Kantor Dinas PUPR

Terjerat Kasus Proyek

Khamami dikabarkan terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 23 Januari 2019 hingga Kamis, 24 Januari 2019 dini hari.

Dalam operasi senyap itu, KPK mengamankan delapan orang, termasuk Khamami.

OTT dilakukan atas dugaan transaksi suap terkait proyek-proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji.

Sejumlah barang bukti (BB) diamankan  dalam OTT KPK di Lampung.

KPK mengamankan 8 orang termasuk, salah satunya Bupati Mesuji Khamami.

Juru Bicara KPK Febri Diyansah melalui pesan WhatsApp ke Tribunlampung.co.id mengatakan, pihaknya melakukan kegiatan OTT di tiga lokasi terpisah.

"Iya, kami lakukan OTT di Bandar Lampung, Lampung Tengah dan Mesuji," ungkapnya, Kamis, 24 Januari 2019.

"Sampai saat ini yang diamankan 8 orang dari unsur kepala daerah/bupati, PNS dan swasta," bebernya.

Febri menjelaskan, OTT dilakukan atas dugaan transaksi suap terkait proyek-proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji.

"Diduga merupakan realisasi komitmen fee proyek-proyek yang dianggarkan tahun 2018 lalu," katanya.

Dalam OTT ini, Febri mengatakan pihaknya mengamankan uang dalam pecahan Rp 100 ribu dalam kardus.

"Untuk jumlahnya masih dalam proses perhitungan," tuturnya.

Febri menambahkan, akan menentukan status kedelapan orang yang diamankan dalam gelar OTT kali ini.

"Waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status pihak yang diamankan," tandasnya.

Sementara itu, pagi subuh ini mobil yang terparkir di samping Ditreskrimsus Polda Lampung mulai meninggalkan Polda Lampung.

Setidaknya tiga mobil tersebut diduga membawa tim penyidik KPK dan beberapa orang yang terjaring OTT pergi untuk bertolak ke Jakarta.

 Bupati Mesuji Terjaring OTT, Ironi Proyek Swakelola ala Khamami yang Pernah Dipuji Presiden Jokowi

Kardus Uang

Menurut Febri, pihak yang diamankan akan segera dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Kamis ini akan dibawa ke Jakarta rencananya secara bertahap ataupun secara keseluruhan," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis dini hari.

Penangkapan terhadap 8 orang itu dilakukan karena ada dugaan realisasi commitment fee terkait sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji.

"Diduga terkait proyek infrastuktur di Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Mesuji," ujarnya.

KPK juga mengamankan uang dalam pecahan Rp 100 ribu yang terikat dan disimpan di dalam kardus.

Febri belum bisa memastikan secara spesifik jumlahnya karena masih terus dihitung.

KPK, kata Febri, memperkirakan nilai uang yang diamankan dalam kardus itu sekitar Rp 1 miliar.

"Kalau jumlahnya estimasi satu kardus sekitar Rp 1 miliar. Tetapi pastinya, jumlah pastinya kami nanti sampaikan. Dari ukurannya diperkirakan demikian. Tapi saya kira di konferensi pers akan disampaikan secara langsung," kata Febri, seperti dikutip dari Kompas.com. (*)

Penulis: Daniel Tri Hardanto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved