Tribun Mesuji

5 Jam Geledah Kantor Dinas PUPR Mesuji, KPK Juga Sambangi Ruang Sekkab

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mesuji.

5 Jam Geledah Kantor Dinas PUPR Mesuji, KPK Juga Sambangi Ruang Sekkab
Tribun Lampung/Endra Z
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mesuji, Selasa, 29 Januari 2019 siang. 

Sita Rp 1,28 Miliar di Toko Ban

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lampung, penyidik menyita uang duit Rp 1,28 miliar untuk Khamami di Lampung Tengah.

Menariknya, uang fee proyek itu disita KPK dari sebuah toko ban.

"Pada Rabu sekitar pukul 15.00 WIB, tim KPK mengamankan TH (adik Khamami, Taufik Hidayat) di depan toko ban, Lampung Tengah. Tim mengamankan uang sebesar Rp 1,28 miliar," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Di sekitar toko ban tersebut, tim KPK juga mengamankan rekan Taufik bernama Mai Darmawan dan sopir Khamami.

Uang tersebut sebelumnya berasal dari pengusaha Sibron Azis.

Kemudian, uang itu dibawa Mai dan seorang swasta bernama Kardinal menuju tempat Taufik di Lampung Tengah.

"Uang dititipkan di toko ban menunggu TH datang ke toko ban, dan kemudian uang dipindahkan ke bagasi mobil merah," papar Basaria. 

 Profil Khamami, Bupati Mesuji Terjaring OTT KPK Pernah Jadi Anggota DPRD Lampung 2 Periode

Tetapkan 5 Tersangka

Usai operasi tangkap tangan (OTT), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Mesuji Khamami sebagai tersangka.

Selain itu adik ipar Khamami, Taufik Hidayat, dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mesuji, Wawan Suhendra ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya diduga sebagai penerima suap senilai Rp 1,58 miliar.

KPK juga menetapkan pemilik PT Jasa Promix Nusantara (PT JPN) dan PT Secilia Putri, Sibron Azis dan seorang swasta bernama Kardinal sebagai tersangka. Keduanya diduga sebagai pemberi suap.

"KPK menetapkan 5 orang tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (24/1).

OTT terhadap Khamami dkk berlangsung dramatis pada Rabu hingga Kamis (23-24/1) dini hari.

Ia sempat posting foto di Facebook tentang kegiatannya menemui warga yang datang berkunjung ke rumah dinasnya.

Di foto itu, Khamami menuliskan kata "Hoaxxx", untuk menangkal isu dirinya terjerat OTT yang ramai beredar via pesan WhatssApp.

Dalam hitungan jam, Khamami ternyata dicokok di rumah dinasnya oleh tim KPK.

Basaria menyebut OTT berlangsung di tiga lokasi, yakni Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Mesuji.

Pada Rabu sekitar pukul 15.00 WIB, tim KPK mengamankan Taufik di depan toko ban di Lampung Tengah.

Dari lokasi tim mengamankan uang sebesar Rp 1,28 miliar.

Uang tersebut dalam pecahan Rp 100 ribu yang diikat dan disimpan dalam kardus air mineral.

Secara bersamaan, tim mengamankan dua orang lainnya, yaitu rekan Taufik bernama Mai Darmawan dan sopir Khamami.

"Sebelumnya MD (Mai) dan K (Kardinal) membawa uang SA (Sibron Azis) dari Bandar Lampung ke tempat TH (Taufik) di Lampung Tengah," ujar Basaria.

Menurut Basaria, uang Rp 1,28 miliar itu sebelumnya dititipkan di toko ban sembari menunggu Taufik datang.

Kemudian, uang dipindahkan ke bagasi mobil.

Sekitar pukul 15.30 WIB, tim KPK bergerak ke jalan Bandar Jaya, Lamteng, dan mengamankan Kardinal.

"Tim lainnya bergerak ke kantor milik SA (Sibron) di Jalan Harun II Tanjung Karang Timur dan mengamankan SA bersama dua orang staf keuangan," kata dia.

Kabar penangkapan ini beredar luas via WA. Mulai petang hingga malam hari, Rabu, berembus isu pejabat Mesuji, termasuk Khamami, kena OTT.

Kabar OTT ini juga sampai kepada Khamami.

Ia pun menepis isu tersebut lewat Facebook, termasuk saat dihubungi Tribun pada Rabu malam.

Ia bahkan sempat memposting foto dirinya sedang menerima warga yang berkunjung ke rumah dinasnya pada Rabu malam.

Di foto itu, Khamami menuliskan kata "Hoaxxx".

Tak dinyana, pada Kamis dini hari sekira pukul 01.00 WIB, tim KPK bergerak ke rumah dinas Khamami.

Bupati Mesuji itu pun digelandang ke Polres Mesuji.

Kemudian, sekitar pukul 06.00 WIB, tim KPK menangkap Sekretaris Dinas PUPR Wawan Suhendra di kantornya.

Setelah menjalani pemeriksaan sementara, KPK membawa empat pejabat Mesuji ke Jakarta.

Mereka adalah Khamami, Kadis PUPR Najmul Fikri, Sekretaris PUPR Wawan Suhendra, dan Lutfi, staf PUPR.

Istri Khamami juga ikut dalam konvoi kendaraan tim KPK yang bertolak dari Polres Mesuji menuju Bandara Radin Inten II.

Pantauan Tribun, Khamami tiba di Bandara Raden Inten II sekitar pukul 11.50 WIB.

Mobil rombongan KPK ini langsung masuk ke dalam halaman parkir VIP bandara.

Empat orang, termasuk Khamami, terlihat keluar dari mobil.

Sebelum masuk ke ruang VIP, Khamami sempat duduk di teras dengan mengenakan jaket, memakai masker, dan kacamata.

 Daftar Harta Kekayaan Khamami, Bupati Mesuji yang Terjaring OTT KPK

Tak lama berselang, Khamami beserta rombongan masuk ke dalam ruang VIP.

Begitu masuk, petugas KPK pun langsung mengunci pintu.

Dua petugas Brimob Polda Lampung bersenjata lengkap bersiaga menjaga area ruang tunggu VIP.

Tampak juga istri Khamami yang turut mengantar.

Namun, begitu Khamami masuk ke ruang tunggu VIP, sang istri langsung meninggalkan bandara.

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved