Gedung DPRD Lamteng Lengang Pasca KPK Tetapkan Ketua, 1 Wakil Ketua dan 2 Anggota DPRD Tersangka

Gedung DPRD Lamteng Lengang Pasca KPK Tetapkan Ketua, 1 Wakil Ketua dan 2 Anggota DPRD Tersangka

Gedung DPRD Lamteng Lengang Pasca KPK Tetapkan Ketua, 1 Wakil Ketua dan 2 Anggota DPRD Tersangka
Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam
Suasana gedung DPRD Lamteng lengang pasca KPK umumkan status tersangka terhadap Ketua DPRD dan 3 anggota lainnya. 

Mustafa ditengarai menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 95 miliar dalam kurun 9 bulan.

Selain Mustafa, penyidik KPK menetapkan enam tersangka lainnya, yakni empat orang dari unsur DPRD Lamteng dan dua orang rekanan.

Dari kalangan legislator adalah Ketua DPRD Lamteng Achmad Junaidi Sunardi (Golkar), dan tiga anggota dewan; Bunyana (Golkar), Zainuddin (Gerindra), dan Raden Zugiri (PDIP).

Alamat Aa Raffi Fried Chicken, Ayam Asix, Geprek Bensu, Ricks Cubanos, dan Ayam Ok Cis di Lampung

Pulang Ingin Rayakan Ultah Istri, Pria Ini Dapati Istrinya Tewas di Kamar Hotel dengan Pria Lain

Ratna Sarumpaet Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri, Penyerahannya Didampingi Atiqah Hasiholan

Sedangkan pengusaha yang disematkan status tersangka yakni pemilik PT Sorento Nusantara (PT SN) Budi Winarto alias Awi, dan pemilik PT Puma Arena Yudha (PT PAY) Simon Susilo.

Keduanya diduga menyuap Mustafa.

Kasus ini merupakan hasil pengembangan dari perkara korupsi sebelumnya di Lamteng.

Dalam kasus tersebut, Mustafa divonis 3 tahun penjara karena menyuap anggota DPRD untuk memuluskan pinjaman uang Rp 300 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Selain Mustafa, ada tiga orang lainnya yang terlibat yakni Kadis Bina Marga Lamteng Taufik Rahman dan dua anggota DPRD, Natalis Sinaga dan Rusliyanto.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengatakan, dalam surat penyidikan baru ini Mustafa diduga menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lamteng tahun anggaran 2018.

Menurut KPK, Mustafa menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga. Kisaran fee sebesar 10 persen-20 persen dari nilai proyek.

Halaman
1234
Editor: Safruddin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved