Tribun Bandar Lampung
Puluhan Muralis Gelar Aksi Lukis Dinding di Jalan Tunggul Ametung
Puluhan Muralis yang tergabung dalam komunitas Doodle Art Bandar Lampung bersama juga teman-teman Visual Art melakukan aksi mural di Jalan Tunggul
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
Bahan yang digunakannya dalam pembuatan mural adalah cat tembok. Walaupun kondisi hari ini mendung dan hujan tapi tidak terlalu berpengaruh.
"Harapannya anak-anak visual Art di Lampung lebih ramai lagi dan lebih konsisten serta lebih eksis lagi kedepannya," tukasnya.
Sementara Ketua Pengurus Doodle Art Bandar Lampung Adel menerangkan aksi para muralis yang melukis dinding di sepanjang Jl. Tunggul Ametung kali ini merupakan bentuk deklarasi untuk komunitas pusat Doodle Art Indonesia yang sudah empat tahun mewadahi Doodle Art Bandar Lampung dan komunitas lainnya seluruh regional Indonesia.
• Terungkap, Ternyata Guru yang Ditantang Berkelahi Murid Gajinya per Bulan Rp 450 Ribu
"Kita mulai aksi mural dari jam 10.00 WIB sampai selesai. Total muralis yang turun pada aksi kali ini sebanyak kurang lebih 21 muralis dan untuk jumlah anggota keseluruhan sebanyak 60 an anggota," paparnya.
Doodle Art Bandar Lampung sudah berjalan sekitar tiga tahunan yaitu tepatnya terbentuk sejak tanggal 25 Agustus 2016 lalu.
"Yang kita gambar kali ini banyak jadi gak ngambil satu tema. Jadi teman-teman muralis mengimplementasikan imajenasi ke media sendiri dengan tema masing-masing di antarnya isu lingkungan, sosial, karakter kehidupan dan lainnya," terangnya.
Temannya memang bebas dan untuk seperti yang warna pink ini namanya graffiti. Itu nick visual yang bertuliskan spot nama sebuah muralisnya.
Kalau tingkat kesulitannya semua yang di sini sulit semua ditambah dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah dari terik ke mendung hingga hujan.
"Ini sebenarnya sudah dari hari kemarin kita laksanakan dan selesai pada hari ini. Alat untuk melukis di dinding banyak macemnya ada alat semprot, kuas semacam cat air. Jadi memang beragam," tandasnya.
Eko, warga Gg. Balau, Kelurahan Kedaton menanggapi positif dengan aksi para muralis yang menuangkan ide kreatif mereka dengan gambaran di dinding-dinding tembok di lingkungan sekitar.
"Selagi tidak mengganggu gambar rapi dan bagus maka tidak ada masalah. Bahkan malah terlihat indah dengan adanya gambar lukisan di sini," pungkasnya. (eka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/puluhan-muralis-gelar-aksi-lukis-dinding-di-jalan-tunggul-ametung.jpg)