Tribun Bandar Lampung

Puluhan Muralis Gelar Aksi Lukis Dinding di Jalan Tunggul Ametung

Puluhan Muralis yang tergabung dalam komunitas Doodle Art Bandar Lampung bersama juga teman-teman Visual Art melakukan aksi mural di Jalan Tunggul

Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Eka
Puluhan Muralis Gelar Aksi Lukis Dinding di Jalan Tunggul Ametung 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Puluhan Muralis yang tergabung dalam komunitas Doodle Art Bandar Lampung bersama juga teman-teman Visual Art di Lampung melakukan aksi mural di sepanjang Jalan Tunggul Ametung (seberang Puskesmas Kedaton), Minggu (10/2/2019).

Kegiatan aksi tersebut digelar dalam rangka mendeklarasikan hari jadi yang keempat komunitas pusat yaitu Doodle Art Indonesia. Pelaksanaan aksi dimulai dari pukul 10.00 - 17.30 WIB.

Di sepanjang dinding berukuran sepanjang 50 meter di bagian kiri dan 100 meter di bagian kanan memasuki Jl. Tunggul Ametung, sebanyak 21 muralis melakukan aksi menggambar dengan beragam tema mulai isu lingkungan, sosial, karakter kehidupan.

Walaupun kondisi cuaca sempat hujan di hari itu para muralis tetap semangat menggoreskan tangan-tangan mereka dengan peralatan berupa kuas dan pilok untuk mengkreasikan gambar yang ingin dibuat.

Aksi para muralis tersebut juga menjadi pemandangan unik tersendiri bagi warga yang melintas di jalan tersebut.

Bahkan beberapa anak muda kaum milenial menyempatkan diri berselfie dengan backgroud lukisan mural yang sudah selesai dibuat.

Salah satu muralis, Wicak mengatakan gambar yang dibuatnya adalah graffiti dengan menulis nick name saja dan main warna serta lebih ke pembentukan tulisan.

Pacar Ungkap Detik-detik Pemuda yang Tewas Usai Makan Durian hingga Intim di Kamar

Ibu Rumah Tangga Dicabuli Saat Jaga Kios Sendirian, Tindakan Korban Bikin Pelaku Lari

"Saya mulai menyukai ini sejak 2008 sampai sekarang. Ya sudah menjadi hobby dan profesi sebenarnya," ungkap pria berbadan tambun tersebut.

Muralis Doddle Art Bandar Lampung Warning Masyarakat Jaga Lingkungan

Menurutnya, pengerjaan mural graffiti yang dibuatnya memiliki kesulitan yang berbeda-beda.

"Tapi kalau yang saya buat kali ini kelebihannya tidak mudah luntur saat cuaca hujan turun dan cepat kering," jelasnya.

Alat yang digunakan dalam pengerjaan gambarnya tersebut menggunakan cat semprot. "Kelebihannya cepat kering dan gak mudah luntur kalau pakai bahan seperti ini," katanya.

Pemural lainnya, Jafar mengungkapkan lukisan dinding yang dibuatnya adalah black letter yaitu dasar dari huruf cetak yang dipakai penulisan dalam Bible.

"Ini yang saya buat lebih dieksplor dan konsep yang saya buat lebih keucapan buat Doodle Art Indonesia yang anniversary keempat," paparnya.

Isi pesannya dalam tulisan yang dibuat yaitu harapan untuk selebrasi. "Saya kebetulan bukan dari Doodle Art. Saya dari Lampung Menulis, tapi ikutan juga dalam kegiatan hari ini. Jadi harus saling support," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved