Deretan Kasus Terbaru Bunuh Diri di Lampung, Motif Asmara Paling Banyak

Deretan Kasus Terbaru Bunuh Diri di Lampung, Motif Asmara Paling Banyak

Penulis: taryono | Editor: taryono
facebook
Deretan Kasus Terbaru Bunuh Diri di Lampung, Motif Asmara Paling Banyak 

Saksi mata Zaenal (50), warga Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung, mengaku sempat menghalangi korban melompat dari atas gedung.

"Saya kebetulan sedang lewat di Jalan Arif Rahman Hakim. Lihat ada orang di atas atap gedung Transmart. Saya langsung berhenti dan parkir di depan Transmart," ujar Zaenal.

Melihat pemandangan itu, Zaenal tergerak untuk melarang korban melompat.

"Saya turun dan lari ke halaman Transmart, mau nangkap," katanya.

 "Posisinya dia sudah berdiri dan kakinya sudah setengah dinding," imbuhnya.

Zaenal pun mengaku begitu sekitar lima menit korban yang diketahui seorang pria langsung melompat.

"Niat mau nangkap gak jadi. Malah saya yang jadi korban. Saya langsung berbalik," katanya.

2.  Gantung diri Pakai Sprei

Mulyadi (27), seorang pria yang menganggur, bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan sprei, di kamarnya, Minggu (17/2). 

Peristiwa ini terjadi di rumah orangtua Mulyadi, Jalan Yulius Usman, Gang H Amin Nomor 32, belakang kampus Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Kelurahan Gedong Meneng Baru, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.

Abu Hani, ayah Mulyadi, tak menyangka anak bungsunya itu pergi untuk selamanya.

Sebelum bunuh diri, tutur Abu Hani, putranya sempat menitip pesan kepadanya pada Sabtu (16/2) malam.

"Dia pesan sama saya. Minta saya sama ibunya supaya melipat pakaian-pakaian dia sampai rapi. Kumpulkan, terus bagikan ke orang lain," katanya kepada awak Tribun Lampung di rumah duka, Minggu.

Abu Hani mengungkapkan, hingga Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB, Mulyadi masih terlihat ceria.

Putranya itu minum kopi di depan rumah.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved