Deretan Kasus Terbaru Bunuh Diri di Lampung, Motif Asmara Paling Banyak
Deretan Kasus Terbaru Bunuh Diri di Lampung, Motif Asmara Paling Banyak
"Mayat korban pertama kali ditemukan oleh saksi Roy Martin (29) dan saksi Imanuel (24)," terang Abdul Malik, Jumat (25/01).
Saat itu, Roy Martin yang merupakan kakak kandung korban, datang bersama Imanuel ke rumah korban yang ada di Tiyuh Indraloka Mukti.
Kedatangan mereka berdua untuk menjemput korban dan membawanya ke Mesuji.
Saat keduanya sampai di rumah korban, mereka memanggil korban tetapi tidak ada jawaban.
"Karena tidak ada jawaban, Roy lalu masuk ke rumah melalui pintu samping dan melihat korban sudah dalam posisi tergantung di dalam kamarnya," papar Kapolsek.
Selanjutnya Roy dan Imanuel lalu meminta tolong tetangga korban untuk menghubungi personel Polsek Lambu Kibang.
Personel Polsek yang mendapatkan informasi tersebut langsung menghubungi petugas medis dan berangkat bersama menuju tempat kejadian perkara.
"Hasil olah TKP petugas kami dan hasil pemeriksaan petugas medis, penyebab kematian korban adalah murni karena bunuh diri," terang Iptu Malik.
Dari TKP, petugas menyita barang bukti berupa batang bambu dengan panjang sekitar 3 meter, kain jarik warna krem dengan panjang 1,5 meter, 2 botol kecil soft drink, dua lempeng Bodrex dan satu stel pakaian korban.
"Setelah dipastikan korban meninggal karena murni bunuh diri, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini," tandas Kapolsek.
4. Minum Racun
Diduga lantaran kerap cekcok dengan istri, Sampurna (32), seorang suami memilih mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak racun serangga dan menggantungkan diri di kediamannya, Rabu (28/11).
Peristiwa yang terjadi di Perumahan Jatayu RT 011 RW III Lingkungan 4 Kelurahan Bandarjaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, pertama kali diketahui Iswan salah seorang tetangga korban sekitar pukul 07.30 WIB.
Saat itu, anak korban yang masih kecil mendatangi rumah Iswan dan didengar oleh istrinya sambil berteriak, jika ayahnya tak bangun-bangun.
Mendengar teriakan anak korban, istri Iswan kemudian memanggil Iswan untuk melihat kondisi rumah Sampurna yang hanya berjarak lebih kurang 50 meter.
"Saya dengan istri lihat ke rumah korban, di dalam kamar, korban sudah terkulai di lantai, karena tak berani membangunkan maka saya lapor ke tetangga lainnya dan melapor ke ketua RT," ujar Iswan.
Amanto, tetangga lainnya menyebutkan bahwa sering terdengar suara cekcok antara korban dan sang istri dari dalam rumah.
Namun Amanto tak bisa memastikan apakah Sampurna melakukan aksi bunuh diri lantaran peristiwa itu.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Harapan Bunda Seputih Jaya guna dilakukan penanganan medis.
Sekitar satu jam kemudian ambulans kembali ke kediaman korban dan korban dinyatakan meninggal dunia.
Di rumah duka, tampak istri korban dan kedua anaknya meratapi kepergian sang suami.
Sambil dipapah kerabatnya, sang istri tampak tak percaya jika suaminya memilih mengakhiri hidup dengan bunuh diri.
Keterangan sejumlah warga yang ikut mengantar jenazah korban menyatakan, jika korban meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit (RS).
Setelah diautopsi, kemudian jenazah dimandikan di rumah duka dan dimakamkan di Bandarjaya sekitar pukul 14.30 WIB.