Tribun Bandar Lampung

Residivis Hubungi Teman Masa Kecil untuk Edarkan Sabu

Pernah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Way Huwi tidak membuat Irwan (43) jera.

Residivis Hubungi Teman Masa Kecil untuk Edarkan Sabu
Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
Kapolsek Kompol Sofingi (kiri, depan) bersama Kasubbag Hukum Polresta Bandar Lampung AKP Titin Maezunah menunjukkan barang bukti kasus pengedaran sabu, di kantornya, Rabu, 27 Februari 2019. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pernah mendekam di penjara tak membuat Irwan (43) jera. Warga Jalan Gemini, Lingkungan II, Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, ini kembali terbelit kasus narkoba. Polisi menangkap dan menetapkannya sebagai tersangka pengedar sabu.

Bermodal kenalan sesama mantan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Way Huwi, tersangka Irwan mendapatkan jaringan penyuplai sabu. Ia lantas menghubungi teman masa kecilnya di Kecamatan Panjang untuk mengedarkan sabu tersebut.

Anggota Polsek Panjang berhasil mengendus gerak-gerik Irwan. Aparat Unit Reserse Kriminal menangkap Irwan saat berada di rumah teman lamanya, Lamri (43), di Kampung Mulya Jaya, RT 5 Lingkungan IV, Kelurahan Karang Maritim, Panjang, Rabu (20/2/2019). Polisi turut mengamankan Lamri sebagai tersangka yang membantu menyimpan sabu di rumahnya.

"Kami mendapati sabu di bawah karpet, rak sepatu, dan kulkas. Total sabu sebanyak 11,8 gram," kata Kapolsek Panjang Komisaris Sofingi saat ekspose kasus di kantornya, Rabu (27/2/2019).

Dari hasil pemeriksaan terhadap dua tersangka, beber Sofingi, tersangka Irwan bertugas sebagai pengedar, sedangkan tersangka Lamri menyediakan tempat.

"Irwan ambil sabu dari seseorang inisial B. Bagi-bagi ke paket kecil, lalu edarkan di Panjang," ujar Kompol Sofingi. "B masih buron. Masih kami kejar," imbuhnya.

Tersangka Irwan sendiri mengaku tak ada pilihan selain mengedarkan sabu. Ia mengaku kesulitan mencari pekerjaan.

"Residivis tahun 2008. Kasusnya sama. Hukuman 1,5 tahun penjara," katanya seraya menundukkan kepala.

Irwan mengaku memperoleh sabu mulai Desember 2018 dari kenalannya di Lapas Way Huwi. Namun, ia membantah memesan kepada kenalannya itu.

"Saya nggak pesan. Dia yang hubungi saya. Dia minta saya jualin," ujarnya. "Baru Desember kemarin. Awalnya saya belum tahu ke mana jualnya. Dia cuma suruh saya bawa paket sedang, bagi-bagi ke paket hemat siap jual," terusnya.

Memutar otak, Irwan mengaku menghubungi teman masa kecilnya di Panjang. Ia lalu menumpang di rumah Lamri untuk bertransaksi sabu.

"Jual ke teman-teman aja. Ambil untung Rp 150 ribu per klip. Setor ke teman (B) Rp 850 ribu per klip," tuturnya.

Sementara tersangka Lamri mengaku mendapat jatah sabu cuma-cuma setiap ada pembeli yang datang ke rumahnya.

"Yang datang, ya kawan-kawan aja. Kalau keuntungan, saya nggak dapat. Cuma dapat sekadar uang rokok. Kadang sabu gratis sesendok kecil," jelasnya. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved