Kasus Suap Lampung Selatan

BREAKING NEWS - Anggota DPRD Bandar Lampung Wahyu Lesmono Mengaku Minta Proyek Lewat Agus BN

Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Wahyu Lesmono mengaku minta paket proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan.

BREAKING NEWS - Anggota DPRD Bandar Lampung Wahyu Lesmono Mengaku Minta Proyek Lewat Agus BN
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Wahyu Lesmono (belakang, pakai batik) menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap proyek Dinas PUPR Lampung Selatan dengan terdakwa Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Senin, 4 Maret 2019. Dalam sidang, Wahyu mengaku minta proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan. 

"Di benak saya, beliau (Agus BN) dekat dengan Hermansyah Hamidi. Kalau Pak Zainudin kan sudah jelas satu partai," kata Wahyu.

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK Wawan Yunarwanto pun menyela.

"Dan jawaban Agus Bhakti Nugroho?" tanya jaksa.

"Temui saja Pak Herman. Dan, saya menyampaikan ke Pak Herman, 'Bisa gak kita bekerja di Lampung Selatan?'," kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan, pada tahun 2017 ia mendapatkan paket proyek senilai Rp 6,4 miliar.

"Dan paketnya kurang lebih ada 11. Tahun 2018 dapat proyek senilai Rp 7,5 miliar. Itu ada sembilan pekerjaan," katanya lagi.

Menariknya lagi, Wahyu mengaku tidak memiliki badan usaha untuk mendapatkan paket-paket proyek tersebut.

BREAKING NEWS - Gaji Gatoet Rp 3,162 Miliar Selaku Komisaris Diduga Mengalir ke Zainudin Hasan

"Jadi saya melalui teman-teman pengusaha Bandar Lampung," tuturnya.

"Memang memberi fee berapa?" tanya anggota majelis hakim Mansyur Bustami.

"Kalau 2017 diminta Pak Herman sekitar Rp 1,4 miliar. Kalau persentase itu 20 persen, yang menentukan kepala Dinas PUPR," jawab Wahyu.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved