Gegana Temukan Bom di Atap Rumah: Untung Gak Meledak di Sini, Jadi Apa Kampung Ini kalau Meledak

Gegana Temukan Bom di Atap Rumah: Untung Gak Meledak di Sini, Jadi Apa Kampung Ini kalau Meledak

Gegana Temukan Bom di Atap Rumah: Untung Gak Meledak di Sini, Jadi Apa Kampung Ini kalau Meledak
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Suasana penangkapan terduga teroris asal Lampung di Jalan Sam Ratulangi, Gang Suhada, Kelurahan Penengahan Raya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu, 9 Maret 2019 malam. 

"Saya itu sempat curiga dengan prilaku anak saya. Saya pesen ke ke dia (RS) jangan sampai melanggar hukum kerena kita ada undang-undangannya," katanya.

Namun pesan ibunya itu rupanya dibantah oleh RS.

"Malah dia jawab bilang jangan takut sama Undang-undang gitu, ya saya bilang sama suami, terus kami cerita sama Bhabinkamtibmas atas perubahan anak saya ini," tandasnya.

 Mimpi Cium Kaki Ibu, Terduga Teroris Asal Lampung Pulang dari Palu

Terpisah Ketua RT 3 LK II Gang Suhada, Penengahan Raya, Saiung Siswomulyono mengatakan, sebelum ditangkap polisi, RS sempat pergi ke Palu setelah sebelumnya pergi ke Serang.

Baru sekitar 20 hari lalu, RS pulang ke rumah orangtuanya. Selama 20 hari itu, RS terlihat tidak pernah keluar rumah.

"Awalnya sih sering keluar ke masjid. Tapi setelah dari Palu di rumah saja," sebutnya.

RS terus dia, baru pulang setelah bermimpi bersimpuh di kaki ibunya.

"Alasan pulang mimpi nyium kaki maknya. Pulang ke sini gak ada ongkos, akhirnya jual handphone," jelasnya.

Pemuda ini dikenal warga sosok yang pendiam dan kurang bersosialisasi sejak kecil.

"Dia itu pendiam, gak pernah menegur siapa pun di jalan baik kawan muda dan orang tua, main selonong boy," ungkapnya.

Menurutnya, RS juga tidak punya teman di Kampung Penengahan. RS juga dikenal tidak suka melihat orgen tunggal.

RS bahkan pernah melempar rumah orang yang sedang menampilkan orgen tunggal.

"Itu sebelum dia pergi ke Banten. Ya, hanya sekali," cerita dia.

RS belum berkeluarga alias masih bujang. Sebelum pergi ke Banten dan Palu, RS sempat berdagang tas di perempatan Sukamenanti.

RS juga pernah menjual batu akik saat musim batu akik.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved