Tak Berkutik Tepergok Bersama Wanita Lain, Suami Ini Angkat dan Banting Istrinya di Lantai

Tak Berkutik Tepergok Bersama Wanita Lain, Suami Ini Angkat dan Banting Istrinya di Lantai

Tak Berkutik Tepergok Bersama Wanita Lain, Suami Ini Angkat dan Banting Istrinya di Lantai
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Tak Berkutik Tepergok Bersama Wanita Lain, Suami Ini Angkat dan Banting Istrinya di Lantai 

Taufan menjelaskan sampai saat ini motif pelaku tega menghabisi nyawa istrinya dengan cara mencekik dan digorok disebabkan sakit hati.

4 Tahun Ngojek, Driver Ojek Online Sukses Bangun Rumah Mewah dan Kos Kosan Dua Lantai

DI ILC TV One Profesor Ini Cerita Harus Menanggung Malu Batal Dilantik Jadi Pejabat di Kemenag

3 Bidan di Sumatera Selatan Jadi Korban Kejahatan, Dari Foto Syur, Diperkosa, dan Dibunuh

Karena korban (istri) tidak mau mengantar pelaku ke rumah orangtuanya. Hasil pemeriksaan polisi motifnya itu karena sakit hati.

"Jadi pelaku saat itu minta tolong sama korban untuk menemaninya ke rumah orangtuanya. Tapi korban menolak karena sedang sakit. Saat itu terjadi cekcok dan saat itu korban bilang kamu gila,” ungkap Taufan.

Taufan menambahkan, setelah mendengar ucapan dan kata-kata gila dari istrinya, pelaku spontan marah.

Lalu langsung mencekik leher korban dengan baju kaos dalam putih, setelah itu pelaku mengambil badik dan kemudian mengeksekusi korban.

“Saat itu korban bilang suaminya gila, suaminya jengkel dan spontan mencekik leher istrinya pakai kaos dalam putih, baru kemudian pelaku ambl badik,’ ujarnya.

Taufan menerangkan pasca empat jam kejadian pelaku berhasil diamankan, petugas Polres Lampung Timur dan saat ini pelaku sudah diamankan.

“Tersangka sudah kami amankan, dan saat ini kita masih lakukan pemeriksaan-pemeriksaan, termasuk mengamankan barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi,” ujar Kapolres.

Informasi yang dihimpun, pasangan muda ini baru melangsungkan pernikahan 5 hari lalu.

Kasus pembunuhan yang dilakukan suami terhadap istrinya juga terjadi di Kampung Mulyo Asri, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan Hendra (30) itu dipicu penolakan istrinya, Iis Nuryani (24), untuk berhubungan intim.

Hal itu diketahui dari pengakuan Hendra kepada polisi. Dalam kasus ini, korban sempat dirawat di rumah sakit sebelum tewas akibat tusukan senjata tajam.

Kapolsek Tulangbawang Tengah Kompol Zulfikar mengatakan, awalnya pelaku mengajak istrinya berhubungan badan, Selasa, 8 Januari 2019 sekitar pukul 22.30 WIB.

Namun, korban menolak. Pelaku pun marah.

"Pelaku emosi. Tapi penganiayaan tidak dilakukan saat itu juga. Pelaku menunggu istrinya terlelap tidur, baru ia melakukan penganiayaan dengan sebilah pisau dan golok," terang Zulfikar, Rabu, 9 Januari 2019.

Kapolsek mengatakan, pelaku diketahui pernah mengalami depresi dan gangguan jiwa. Hal ini berdasarkan keterangan keluarga pelaku.

Pelaku ditangkap aparat kepolisian sekitar pukul 06.00 WIB di semak-semak belakang Bank BRI Candra Mukti, Kecamatan Tulangbawang Tengah, sekitar 15 kilometer dari tempat kejadian.

"Kami buat dua tim. Satu tim melakukan olah TKP dan tim lainnya melakukan pengejaran. Hingga saat ini pelaku kami amankan di Mapolsek Tulangbawang Tengah," tandasnya.

Setelah dirawat beberapa hari, korban akhirnya meninggal dunia.

Suami Dibunuh Selingkuhan

Selain kasus suami bunuh istri, ada juga kasus suami dibunuh selingkuhan istri.

Andi Saputra (25), warga Bandar Lampung ditemukan tewas setelah ditikam selingkuhan sang istri.

Hal ini diungkap oleh Polresta Bandar Lampung.

Berdasarkan keterangan polisi, istri korban bernama Rina dan pelaku penusukan Sarimin alias Meo diduga sudah terlibat perselingkuhan dalam 3 bulan terakhir.

Tersangka pelaku penusukan bernama Sarimin berhasil ditangkap tim gabungan Polsek Sukarame dan Buser Polresta Bandar Lampung.

Aparat Buru Sergap alias Buser Polresta Bandar Lampung berhasil meringkus warga Kelurahan Tanjung Gading, Kecamatan Tanjungkarang Timur, itu pada Kamis (13/12).

Kapolsek Sukarame Komisaris Mulyadi mengungkapkan, polisi awalnya mengamankan Rina, istri korban, Rabu (12/12).

Anggota Polsek Sukaramemengamankan Rina usai pemakaman korban. Setelah mendapatkan keterangan istri korban, jelas Mulyadi, aparat Buser Polresta Bandar Lampung membekuk Sarimin.

Penangkapan berlangsung di dekat tempat cucian mobil "Andre", Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Kedamaian.

(Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Safruddin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved