Perkosaan Bidan YL dan Pembunuhan Ibu dan Anak di Pagaralam, Kasus Kriminal Sadis di Sumsel
Perkosaan Bidan YL dan Pembunuhan Ibu dan Anak di Pagaralam, Kasus Kriminal Sadis di Sumsel
Motif pembunuhan tersebut juga berawal dari masalah utang. Inah diduga punya utang sebesar Rp 5 juta kepada tersangka yang bernama Asri Marli.
Asri kemudian menyuruh Inah untuk datang ke rumah kontrakannya.
Asri tidak sendiri di rumah itu. Sudah ada empat orang lain yakni Feri, Abdul Malik dan dua orang yang masih berusia di bawah umur yakni FB (18) dan DP (16).
Di sana, Inah diperkosa. Korban sempat melawan, namun kemudian dipukul menggunakan balok kayu hingga tewas.
Meski nyawanya sudah melayang, para pelaku kembali memerkosa Inah.
Setelah itu, jasad Inah dinaikkan ke mobil pikap dan dibuang di sebuah rawa di Ogan Ilir.
Tak sekadar dibuang, jasad Inah juga dibakar oleh pelaku.
3. Anggota TNI AD Tewas Ditusuk di Martapura
Pembunuhan terhadap anggota Pusat Latihan Tempur atau Puslatpur TNI AD, Kopda Zeni Erwanta di Martapura, juga dilatarbelakangi masalah utang.
Korban disebut memiliki utang sebesar Rp 150 juta kepada tersangka Sumarlin.
Sumarlin nekat menusuk Erwanta karena kesal. Berkali-kali dia menagih utang, namun tak digubris.
Emosi Sumarlin pun memuncak. Dia menusuk kepala, dada, dan tangan Erwanta secara membabi buta.
Erwanta tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.
4. Mahasiswi di Muaraenim Tewas Setelah Diperkosa
Kasus pembunuhan sadis di Sumatera Selatan selanjutnya, menewaskan mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Palembang, Fatmi Rohanayanti.