Tribun Bandar Lampung

TKW Metro Hilang Kontak di Arab Saudi, BP3TKI Lampung Lakukan Upaya Ini

BP3TKI Lampung terus berupaya untuk bisa memulangkan Tenaga Migran Indonesia atau TKW asal Kota Metro, Lampung, Juriah (29).

Penulis: Noval Andriansyah | Editor: wakos reza gautama
Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak
Juriah, TKW asal Metro yang hilang kontak dengan keluarga 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - BP3TKI Lampung terus berupaya untuk bisa memulangkan Tenaga Migran Indonesia atau TKW asal Kota Metro, Lampung, Juriah (29).

Kepala BP3TKI Lampung A Salabi mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mencoba untuk mencari informasi TKW asal Metro bernama Juriah dengan berkoordinasi bersama kedutaan besar Indonesia di Abu Dhabi.

"Kami masih mencoba mencari kontak person PIC untuk kawasan Arab Saudi. Kami juga sudah coba koordinasi dengan Kemenlu," ujar Salabi saat dihubungi Minggu 7 April 2019 sore.

Secercah harapan muncul dari pihak penyalur yang memberangkatkan Juriah. Salabi mengatakan, pihak penyalur berjanji untuk memroses kepulangan Juriah.

"Kami sudah kontak Haji Surabdi, yang informasinya memberangkatkan Juriah itu. Dia (Surabdi) janji akan urus semua. Tapi kami masih coba mencari nama PT penyalurnya. Karena dia tidak memberitahukan nama PT yang memberangkatkan," jelas Salabi.

Meski mendapat jaminan dari pihak penyalur, Salabi memastikan, pihaknya tidak akan diam saja. BP3TKI Lampung, tegas Salabi, tetap akan membantu proses kepulangan Juriah.

"Sebisa mungkin kami akan kawal. Kami fokuskan dulu kepulangannya (Juriah)," tegas Salabi.

Pesan Terakhir TKW Asal Metro Sebelum Hilang Kontak dengan Keluarga: Dek Teteh Dipukuli

TKW asal Metro Hilang, BP3TKI Lampung Koordinasi dengan Kemenlu dan Kedubes Uni Emirat Arab

Sebelumnya diberitakan, Juriah, TKW asal Kota Metro dikabarkan hilang kontak oleh keluarganya.

Kabar terakhir yang diterima pihak keluarga pada 13 Maret.

Kala itu, perempuan 29 tahun yang telah sembilan bulan berada di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, mengaku mengalami kekerasan.

"Dia kirim pesan singkat ke adiknya. Dek, teteh kembali ke kantor. Teteh mendapat kekerasan di kantor. Teteh ditempeleng, dipukuli," ujar Kenni, ibu Juriah, seraya mengutip pesan yang dikirimkan anaknya, Rabu (27/3/2019).

Warga Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat ini kembali menceritakan, pada hari yang sama, Juriah kembali menelepon adiknya dan memberi pesan yang menegangkan bagi anggota keluarga.

"Dia bilang minta doa bapak dan ibu. Saya diambil sama majikan lagi, tapi nanti sore dikembalikan ke kantor (Agen). Tapi orang kantor ancamannya kalau kamu balik lagi ke kantor ini, kepala jadi di bawah kaki di atas," kenangnya.

Sejak saat itu, Juriah tidak dapat lagi dihubungi. Ia pun tidak tahu bagaimana nasib anaknya yang tidak bisa lagi dihubungi.

Keluarga pun bingung harus mengadu kemana. Karena tidak tahu agen mana yang memberangkatkan anaknya.

(Tribunlampung co.id/Noval Andriansyah)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved