Polisi Meninggal Ditembak di Lampung

Duka Mendalam Keluarga Bripka Arya Supena, Kini Pikirkan Nasib Dua Anak yang Ditinggalkan

Sukadi tak mampu menyembunyikan duka mendalam atas kepergian putra tercintanya, Bripka Arya Supena (32), yang gugur ditembak begal.

Tayang:
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
DUKA KELUARGA - Sukadi, ayah kandung Bripka (Anumerta) Arya Supena (32) pada Jumat (15/5/2026). Ia menyoroti nasib kedua cucunya. 
Ringkasan Berita:
  • Sukadi tak mampu menyembunyikan duka mendalam atas kepergian putra tercintanya, Bripka (Anumerta) Arya Supena (32), yang gugur saat menghalangi aksi pelaku curanmor.
  • Ia berharap pengorbanan sang putra tidak berlalu begitu saja, terutama terkait nasib kedua anak yang ditinggalkan.
  • Sukadi menyampaikan harapan kepada pimpinan Polri agar memberikan perhatian terhadap keberlangsungan hidup dan pendidikan kedua anak Arya.

Tribunlampung.co.id, Metro - Sukadi tak mampu menyembunyikan duka mendalam atas kepergian putra tercintanya, Bripka (Anumerta) Arya Supena (32), yang gugur saat menghalangi aksi pelaku curanmor.

Sebelumnya diberitakan, Bripka Arya Supena yang merupakan anggota Direktorat Intelkam Polda Lampung, gugur setelah ditembak pelaku begal di depan toko kue Yussy Akmal, Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil. Karena itu, Sukadi kini menyoroti nasib dan masa depan dua cucunya yang telah yatim.

Kepada Tribun Lampung, Sukadi berharap pengorbanan sang putra tidak berlalu begitu saja, terutama terkait nasib kedua anak yang ditinggalkan.

Ia mengatakan, Bripka Anumerta Arya Supena meninggalkan dua anak yang masih sangat kecil, masing-masing berusia 6 tahun dan 3 tahun.

Baca juga: Tetangga Bripka Arya Supena Dukung Tindakan Tegas terhadap Pelaku Begal

Di usia tersebut, keduanya harus kehilangan sosok ayah yang selama ini menjadi pelindung sekaligus tulang punggung keluarga.

“Anak almarhum ada dua, yang satu umur 6 tahun dan yang kecil umur 3 tahun. Mereka masih sangat butuh sosok ayah,” ujar Sukadi, Jumat (15/5/2026).

Bagi Sukadi, memastikan masa depan kedua cucunya kini menjadi prioritas utama. Ia menyadari tumbuh kembang dan pendidikan mereka merupakan tanggung jawab besar yang harus diperjuangkan di tengah duka yang belum usai.

Dalam kesempatan itu, Sukadi menyampaikan harapan kepada pimpinan Polri agar memberikan perhatian terhadap keberlangsungan hidup dan pendidikan kedua anak Arya.

“Kami sangat berharap kepada Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Lampung untuk memberikan perhatian kepada kedua anak almarhum. Mereka masih kecil-kecil,” harapnya.

Harapan itu disampaikan bukan tanpa alasan. Menurut Sukadi, Arya gugur bukan karena kelalaian, melainkan karena dedikasinya sebagai anggota polisi. Meski sudah lepas dinas, naluri Arya untuk menolong masyarakat tetap ada hingga akhir hayatnya.

Sukadi mengenang putranya sebagai sosok disiplin sejak mempersiapkan diri menjadi anggota polisi. Kegigihan Arya yang rela tidak pulang berbulan-bulan demi mengikuti bimbingan belajar, hingga menjalani pola hidup sehat tanpa rokok, menjadi kenangan yang akan selalu ia ceritakan kepada kedua cucunya kelak.

Kini, Sukadi hanya berharap kedua cucunya dapat tumbuh dengan bangga atas perjuangan ayah mereka. Ia juga berharap dukungan dari institusi Polri dapat membantu mewujudkan masa depan yang layak bagi anak-anak seorang anggota polisi yang gugur demi keamanan masyarakat Lampung.

“Saya selalu pesan ke dia, jadilah polisi yang baik dan cari rezeki yang halal. Itu yang dia pegang sampai meninggal,” kenang Sukadi.

( Tribunlampung.co.id / Fajar Ikhwani S )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved