Polisi Meninggal Ditembak di Lampung

Tetangga Bripka Arya Supena Dukung Tindakan Tegas terhadap Pelaku Begal

Tetangga Bripka Arya Supena mendukung langkah tegas aparat kepolisian terhadap pelaku begal yang meresahkan masyarakat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
DUKUNG TINDAKAN TEGAS - A'an, tetangga Bripka Arya Supena saat diwawancarai di rumahnya, Jumat (15/5/2026). Pihaknya mendukung tindakan tegas terhadap pelaku begal. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung Tetangga Bripka Arya Supena mendukung langkah tegas aparat kepolisian terhadap pelaku kejahatan jalanan dan begal yang meresahkan masyarakat.

Ia menilai aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor sudah sangat meresahkan masyarakat, khususnya di Kota Bandar Lampung.

Diketahui penembak Bripka Arya Supena, Bahroni tewas terkena timah panas karena melawan saat penangkapan. 

“Saya minta hukum ditegakkan benar-benar. Begal dan maling motor itu memang sangat meresahkan,” ujarnya A'an saat diwawancarai, Jumat (15/5/2026). 

Menurutnya, rasa aman masyarakat saat ini mulai berkurang, terutama ketika harus bepergian pada malam hari.

“Saya sendiri kalau pulang malam masih waspada terus di jalan. Sekarang keluar malam di atas jam 9 atau jam 10 itu rasa aman sudah berkurang,” katanya.

Baca Juga: Penembak Bripka Arya Supena Tewas Diterjang Timah Panas karena Melawan Polisi

A’an berharap kepolisian dapat meningkatkan patroli rutin demi menciptakan situasi keamanan yang lebih kondusif di Bandar Lampung.

“Harapan saya polisi lebih banyak patroli seperti dulu. Semoga Bandar Lampung bisa aman kembali,” tukasnya.

Terkait sosok almarhum Arya Supena, A’an mengatakan dikenal sebagai pribadi yang ramah dan baik selama tinggal di lingkungannya.

“Orangnya baik, ramah. Banyak warga di sini bahkan tidak tahu kalau beliau polisi karena memang jarang memakai seragam,” katanya.

Menurut A’an, korban sudah tinggal di lingkungan tersebut sekitar lima tahun bersama istri dan dua anaknya. 

Korban juga dikenal sederhana dan sering berinteraksi dengan warga sekitar.

“Kalau lewat suka negur, nanya lagi apa. Orangnya memang ramah,” ujarnya.

A’an mengungkapkan terakhir kali dirinya berkomunikasi dengan korban sekitar tiga hari sebelum insiden penembakan.

Saat itu, korban baru pulang usai menjalankan tugas.

“Terakhir ketemu pagi hari, cuma tegur sapa biasa saja,” ucapnya.

Terkait penangkapan pelaku penembakan polisi tersebut, termasuk satu pelaku yang dilumpuhkan karena diduga mencoba melarikan diri, A’an menyatakan dukungannya terhadap tindakan tegas aparat.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved