Tribun Lampung Tengah

Guru Bela Diri di Lampung Tengah Cabuli Anak di Bawah Umur Sampai Alami Pendarahan Hebat & Diopname

Seorang guru beladiri di Kampung Cabang, Kacamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah diduga melakukan kekerasan seksual kepada anak di bawah umur.

Guru Bela Diri di Lampung Tengah Cabuli Anak di Bawah Umur Sampai Alami Pendarahan Hebat & Diopname
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Guru bela diri di Lampung Tengah cabuli anak di bawah umur. 

"Tidak selang berapa lama datang kerabat saya yang lain bilang kalau anak saya (DR) dibawa ke seorang mantri di Kampung Sumber Agung, dengan alasan yang belum diketahui," terang Nur ditemani LPA Lampung Tengah.

Setelah itu, datang saksi yang sama memberi tahu jika anaknya mendapatkan pendarahan dan Mantri tersebut tak bisa menangani pendarahan sang anak, sehingga harus dipindahkan ke dokter kampung lainnya.

Pada tengah malam, kemudian saksi, pelaku, dan korban dibawa pulang ke rumah ibunya di Kampung Cabang.

Saat itu, pelaku mendekati saya dan bilang kalau DR terjatuh dari kamar mandi dan daerah vitalnya terkena ujung keramik sehingga terjadi pendarahan.

"Pelaku malam itu sempat menenangkan saya, dia bilang saya tanggung jawab mbak, tenang saja," kata Nur sambil menirukan ucapan AR dan dia saat itu belum mengerti kenapa terduga pelaku mengucapkan itu.

Karena kondisi DR yang merupakan siswa kelas VI SD masih mengalami pendarahan, kemudian pada tanggal 2 April korban dirujuk ke Rumah Sakit Mardi Waluyo, Metro.

Di Rumah Sakit Mardi Waluyo, DR diopname selama dua hari.

Ayah Cabuli Anak Tiri, Ini Jumlah Kasus Pencabulan Anak di Lampung Utara

Korban DR, pada 3 April saat didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) mengatakan, jika ia pada malam kejadian dirudapaksa oleh pelaku AR di kamar rumah terduga pelaku.

"Ia digituin (disetubuhi). Saya diminta buka baju, lalu saya ditidurin," terang DR sambil terus menerus menundukkan kepalanya.

Ketua LPA Lamteng Eko Yuono menjelaskan, kondisi DR saat ini masih tertekan dan ketakutan.

Halaman
123
Penulis: syamsiralam
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved