Lebih Sadis dari Pengeroyokan Audrey, Siswi Ini Tewas Usai Dbakar oleh Teman-temannya

Nusrat tewas usai dikeroyok oleh empat teman sekelasnya, Rabu (10/4/2019). Parahnya lagi, korban dibakar hidup-hidup oleh para pelaku.

Tayang:
AllWallpaper.in
Ilustrasi dibakar. Seorang siswi tewas usai dbakar oleh teman-temannya. 

Hasan juga meminta keadilan kepada PM Bangladesh Sheikh Hasina atas apa yang menimpa kakaknya.

"Ini bukan bullying, tapi pembunuhan tingkat keji," ujar Hasan.

Kini pihak kepolisian lantas menahan keempat pelaku dan tiga orang guru termasuk kepala sekolah yang teledor mengawasi murid-muridnya.

 

Fakta Terbaru Kasus Audrey

Baru-baru ini, kasus Audrey siswi SMP yang dikeroyok 12 siswi SMA mengundang keprihatinan karena kesadisan para pelaku yang dikabarkan juga merusak organ intim korban.

Setelah beberapa hari dirawat, siswi SMP korban pengeroyokan siswi SMA itu akhirnya ke luar dari Rumah Sakit Promedika Pontianak, Jumat  (12/4/2019).

Dilansir dari tribunpontianak.co.id dalam artikel 'BREAKING NEWS - Audrey Keluar Dari Rumah Sakit, Babak Baru Penganiayaan Siswi SMP Pontianak', kabar kepulangan Audrey diungkapkan resepsionis rumah sakit Promedika Pontianak saat dikonfirmasi wartawan Tribun Pontianak, Sabtu (13/4/2019). 

Berdasarkan informasi petugas resepsionis, Audrey dibawa pulang keluarganya, Jumat (12/4/2019) malam sekira pukul 20.30 WIB.

"Sudah keluar Audreynya tadi malam sekira jam 8.30," ujarnya. 

Kasus penganiyaan terhadap Audrey akan memasuki babak baru setelah upaya diversi gagal dilakukan pada Kamis (11/4/2019).

Pihak keluarga menolak dilakukan penyelesaian di luar persidangan, sehingga kasus tersebut akan berlanjut ke meja hijau.

Tak hanya itu, pihak keluarga juga merasa kurang puas dengan hasil visum yang dilakukan pihak kepolisian, sehingga meminta dilakukan visum ulang. 

Keluarga Audrey menolak hasil visum yang dilakukan Rumah Sakit Pro Medika Pontianak, yang disampaikan ke publik oleh Kapolresta Pontianak Kombes M Anwar Nasir, Rabu (10/4/2019).

2 Putrinya Tewas Terbakar, Suherman: Saya Ikhlas, Mereka Tidak Berdosa

Polisi Ungkap Penyebab Ibu Tiga Anak di Pringsewu Tewas Terbakar

Menurut satu di antara kuasa hukum korban, Umi Kalsum, mereka memiliki bukti bahwa korban benar-benar mengalami penganiayaan.

"Kami mempunyai bukti bahwa anak kami mengalami kekerasan," kata Umi Kalsum seraya menunjukkan foto-foto memar pada tubuh korban, Jumat (13/4/2019).

Sumber: Surya
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved