Pemilu 2019

Viral Video Suami Caleg Marah Suara Menyusut, Bawaslu Lampung Ingatkan Sanksi Pidana

Badan Pengawas Pemilu Lampung mengingatkan adanya sanksi pidana jika oknum penyelenggara ataupun peserta pemilu nekat mengubah suara.

Viral Video Suami Caleg Marah Suara Menyusut, Bawaslu Lampung Ingatkan Sanksi Pidana
Tribunlampung.co.id/Dodi Kurniawan
Ilustrasi Pemilu 2019 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Badan Pengawas Pemilu Lampung mengingatkan adanya sanksi pidana jika oknum penyelenggara ataupun peserta pemilu nekat mengubah suara. Ini menanggapi beredarnya video suami calon anggota legislatif di Bandar Lampung marah-marah karena suara istrinya menyusut.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menyatakan, perolehan dan perhitungan suara dalam berita acara dan formulir C1 di Tempat Pemungutan Suara tidak akan bergeser. Pasalnya, jajaran pengawas khususnya Pengawas TPS memiliki bukti video dan foto dari setiap formulir C1 tersebut.

“Jangan coba-coba geser suara. Penyelenggara pemilu yang karena kelalaiannya mengakibatkan hilang atau berubahnya berita acara rekapitulasi perolehan suara dan atau sertifikat rekapitulasi perolehan suara, bisa terkena pidana penjara dan denda sesuai pasal 50-55 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,” kata Khoir, sapaan akrabnya, Sabtu (20/3/2019).

Video berisi rekaman seorang pria marah-marah beredar di aplikasi percakapan WhatsApp sejak Jumat (19/3/2019). Pria yang ternyata suami caleg Dewi Anggraini dari Partai Nasional Demokrat itu marah karena suara istrinya berkurang drastis di satu TPS di Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.

Dalam video tersebut, suami caleg ini menyebut suara istrinya berkurang dari 121 suara menjadi tinggal 1 suara. Ia pun menunjukkan salinan C1 dari saksi istrinya di TPS yang mencantumkan 121 suara, berikut salinan C1 dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang menerangkan 1 suara istrinya.

Khoir memastikan telah memantau langsung ke kantor Kecamatan Kedamaian, tempat pelaksanaan rekapitulasi suara, Sabtu. Ia bertemu dengan pria bernama Syamsir itu, suami dari caleg NasDem, Dewi Anggraini.

Di kantor kecamatan, Bawaslu mencocokkan salinan C1 antara saksi dan Pengawas TPS. Hasilnya, perolehan Dewi Anggraini tetap 121 suara.

“Salinan C1 itu dari KPPS. (Kesalahan hasil suara) kemungkinan karena kelelahan saat perhitungan. Tapi setelah salinan C1 yang dipegang saksi dicocokkan dengan Pengawas TPS, hasilnya sama," jelas Khoir.

Pihaknya juga membuka video berisi rekaman C1 dari Pengawas TPS, yang hasilnya tidak ada perubahan suara.

“Saya, ketua Bawaslu Lampung. Di sebelah saya, Pak Syamsir yang videonya viral (Jumat) kemarin. Kami ingin menjelaskan bahwa salinan C1 di TPS 44 dari Ibu Dewi Anggraini, kami sandingkan antara salinan C1 dari Pengawas TPS dan saksi. (Hasilnya) sama. Perolehan suaranya 121," terang Khoir dalam rekaman video yang diterima Tribun Lampung.

Halaman
1234
Penulis: Beni Yulianto
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved