Tribun Lampung Tengah
Masjid Istiqlal Akan Dihias Taman Air dan Area Wisata Kuliner
Nantinya, pembuatan taman itu beserta dengan tempat wisata kuliner di salah satu bangunan ikon kabupaten setempat.
Penulis: syamsiralam | Editor: soni
Masjid Istiqlal Akan Dihias Taman Air dan Area Wisata Kuliner
Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNG SUGIH - Pemkab Lampung Tengah akan membuat taman air menari di halaman Masjid Istiqlal Bandarjaya. Nantinya, pembuatan taman itu beserta dengan tempat wisata kuliner di salah satu bangunan ikon kabupaten setempat.
Bupati Loekman Djoyosoemarto mengatakan, air mancur menari akan dihiasi oleh lampu taman berwarna-warni. Nantinya, pengerjaan taman air mancur akan diberikan kepada pihak ketiga.
"Replikanya (air mancur menari) sudah kita pertunjukkan di anjungan Lampung Tengah pada Lampung Fair tahun ini di PKOR Way Halim. Kita akan hias Masjid Istiqlal sebagai salah satu ikon Lampung Tengah," kata Loekman Djoyosoemarto.
• Kerap Tergenang, Loekman Pantau Drainase Plaza Bandar Jaya dan Masjid Istiqlal
Ia berharap, dengan adanya hiasan air mancur menari dan tempat wisata kuliner di halaman Masjid Istiqlal, dapat membuat halaman masjid sebagai tempat wisata rohani yang nyaman bagi masyarakat.
"Bandarjaya adalah wajah kota kita (Lamteng), sehingga butuh ditata dengan baik dan indah. Jangan sampai kota kita terlihat semerawut karena tempat yang tidak tertata," kata bupati.
Kepala Dinas PU Bina Marga Rudiyanto menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pendataan luas areal halaman masjid yang akan dipasang taman dan tempat kuliner. Senada dengan bupati ia yakin Lamteng akan semakin tertata dan memiliki kawasan wisata.
"Taman air menari akan dibuat di halaman koridor utama masjid, sehingga nantinya dapat dilihat oleh masyarakat yang melintas dari luar kota (di Jalinteng Bandarjaya). Areal parkir juga akan kita pindah sehingga semua akan lebih tertib," ujar Rudiyanto.
• Loekman Ajak Warga Lamteng Hidupkan Budaya Gotong Rotong
Sejumlah pedagang kuliner di areal Masjid Istiqlal Bandarjaya, meminta pemerintah segera melakukan pendataan dan segera menempatkan pedagang di kawasan kuliner. Karena sejauh ini mereka menyatakan, banyak pedagang yang justru belum tahu akan berjualan di mana.
"Kita belum tahu nanti akan berjualan di mana. Karena di areal samping (masjid) sudah tidak boleh kalau siang hari. Semoga dapat didata terlebih dahulu pedagangnya sehingga tertib dan benar-benar tertata," kata Ahmad, salah seorang pedagang.
Selama ini, pasca pedagang tidak boleh berjualan di areal samping masjid, para pedagang berjualan di areal belakang masjid Istiqlal. Kondisi itu terkadang membuat arus lalu lintas menjadi tersendat.
Sementara menjelang Ramadan, penempatan pedagang kuliner saat menunggu waktu berbuka puasa di areal Masjid Istiqlal juga supaya dapat lebih meriah. Pasalnya, tahun kemarin dibandingkan tahun sebelumnya transaksi terhitung sepi.
"Kalau dua tahun lalu bisa ramai sejak pukul 15.00 WIB sampai menjelang Maghrib. Tahun lalu, tampaknya tidak seramai tahun sebelumnya. Mungkin karena pedagangnya juga tidak seramai tahun lalunya," kata Tika, salah seorang warga Bandarjaya.
Warga lainnya juga berharap pemerintah daerah segera mewujudkan kawasan Masjid Istiqlal sebagai tempat wisata, baik kuliner dan wisata rohani. Dengan begitu, pendapatan pedagang di Bandarjaya juga dapat meningkat.(Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/replika-air-mancur-menari.jpg)