Tribun Lampung Tengah

Pemkab Lampung Tengah Ancam Pidanakan Oknum yang Memalsukan Data PKH

Pemkab Lampung Tengah akan pidanakan oknum yang memalsukan data validasi dan verifikasi data penerima keluarga harapan (PKH).

Pemkab Lampung Tengah Ancam Pidanakan Oknum yang Memalsukan Data PKH
Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam
rakor PKH di Lampung Tengah 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH- Pemkab Lampung Tengah akan pidanakan oknum yang memalsukan data validasi dan verifikasi data penerima keluarga harapan (PKH).

Untuk itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Lampung Tengah diharapkan mampu bersinergi dalam penyalurannya ke penerima.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Tengah Adi Erlansyah di sela koordinasi bersama OPD dalam verifikasi dan validasi di Nuwo Balak dan Sesat Agung, Selasa 23 April 2019.

Adi menegaskan, sanksi tersebut lanjutnya merujuk pada undang-undang.

"Sanksi itu berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 2011 pada bab VII pasal 42 tentang ketentuan pidana, bahwa yang memalsukan data verifikasi dan validasi akan dipidana paling lambat dua tahun dan denda paling banyak Rp 50 juta," terang Adi Erlansyah.

Adi menjelaskan, validasi dan verifikasi PKH juga untuk menyamakan persepsi tentang data kemiskinan.

Menurut Adi, PKH bukan sekedar tanggung jawab Dinas Sosial (Dissos) dan pendamping PKH di kecamatan dan kampung.

605 Keluarga di Lampung Selatan Tidak Lagi Menerima PKH

"Untuk itu kami undang juga dinas dan instansi lainnya seperti Bappeda sebagai basis data terpadu, Badan Pusat Statistik (BPS). Tak hanya itu, kami libatkan juga Bhabinkamtibmas selaku koordinator kepolisian (Polres Lamteng) di tingkat kampung," ujar Adi Erlansyah.

Kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Adi Erlansyah menginstruksikan kepala kampung bisa ada satu operator kampung yang hanya mengurusi data kemiskinan.

Untuk insentif lanjutnya, bisa dianggarkan melalui Siltap kampung.

Halaman
123
Penulis: syamsiralam
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved