VIDEO - Apa Keistimewaan Malam Lailatulkadar di Bulan Suci Ramadan?
Waktu berbuka puasa, menjadi salah satu waktu dimudahkannya suatu doa dikabulkan oleh Allah SWT.
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Malam Lailatulkadar adalah malam yang begitu dinantikan oleh umat Muslim di bulan Ramadan.
Malam Lailatulkadar merupakan malam istimewa di bulan suci Ramadan.
Dr Muhammad Afif Anshori MA, dosen Fakultas Usuludin Universitas Negeri Islam (UIN) Raden Intan Lampung, menjelaskan, malam Lailatulkadar banyak disebut hadir pada hari-hari terakhir bulan puasa.
Sejarah malam Lailatulkadar sendiri bermula dari kalangan umat Nabi Muhammad SAW.
Seperti dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir:
عَنْ عَلِي بْنِ عُرْوَةَ قَالَ: ذكَرَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمًا أَرْبَعَةً مِنْ بَنِي إِسْرَائِيْلَ، عَبَدُوْا اللهَ ثَمانِيْنَ عَامًا، لَمْ يَعْصُوْهُ طَرْفَةَ عَيْنٍ: فَذَكَرَ أَيُّوْبَ، وَزَكَرِيَّا، وَحِزْقِيْلَ بْنَ الْعَجُوْزِ، وَيُوْشَعَ بْنَ نُونٍ، قَالَ: فَعَجَبَ أَصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ ذٰلِكَ، فَأَتَاهُ جِبْرِيْلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، عَجِبَتْ أُمَّتُكَ مِنْ عِبَادَةِ هَؤُلاَءِ النَّفَرِ ثَمَانِيْنَ سَنَةً، لَمْ يعْصُوْهُ طَرْفَةَ عَيْنٍ؛ فَقَدْ أَنْزَلَ اللهُ خَيْرًا مِنْ ذٰلِكَ. فَقَرَأَ عَلَيْهِ: إِنَّ أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، هَذَا أَفْضَلُ مِمَّا عَجِبْتَ أَنْتَ وَأُمَّتُكَ. قَالَ: فَسُرَّ بِذٰلِكَ رَسُوْلُ اللهِ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ وَالنَّاسُ مَعَهُ
Diriwayatkan bahwa Rasulullah suatu hari menceritakan ada empat orang dari Bani Israil yang menyembah Allah selama 80 tahun, tidak pernah berbuat maksiat sekejap mata pun, yaitu Ayub, Zakariya, Hizqil bin ‘Ajuz dan Yusya’ bin Nun. Maka para sahabat mengagumi hal itu.
Kemudian datanglah Jibril kepada Nabi Muhammad dan berkata: “Wahai Muhammad, umatmu kagum dengan ibadah selama 80 tahun, yang tidak pernah berbuat maksiat sekejap mata pun. Kemudian Allah menurunkan yang lebih baik dari ibadahnya orang Israil tersebut. Kemudian Jibril membacakan kepada Nabi:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” (Al-Qadr: 1-3) Ini lebih utama dari pada yang dikagumimu dan umatmu. Kemudian Rasulullah dan sahabat merasa senang dengan hal itu.” (Tafsir Ibnu Katsir 8/443)
• Mari Berlomba-lomba Memburu Malam Lailatul Qadar, Begini Ciri-cirinya Menurut Nahdlatul Ulama
• Inilah Ciri dari Malam Lailatul Qadar Menurut Ulama NU. Yuk Perbanyak Ibadah Untuk Menggapainya!
Seorang Muslim yang sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya pasti sangat merindukan Lailatulkadar.
"Malam yang teramat istimewa, malam dengan kadar lebih baik dari 1.000 bulan, atau 83 tahun 3 bulan," jelas Ustaz Afif.
Lailatulkadar juga kerap disebut sebagai malam penuh kedamaian hingga terbit fajar.
Lailatulkadar atau Lailatul Al-Qadar adalah malam penting yang hanya terjadi di bulan Ramadan dan malam Lailatulkadar juga malam yang dimuliakan Allah SWT melebihi malam malam lainnya.
Malam Lailatulkadar terjadi pada 1 malam ganjil pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadan (malam ke 21, 23, 25, 27, atau 29).
Aisyah r.a. diriwayatkan pernah berkata, “Rasulullah beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, dan beliau bersabda, ‘Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan. (HR Bukhari dan HR Muslim).